Petenis Meja Indonesia Tampil Luar Biasa

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 05:00 WIB Olahraga
Petenis Meja Indonesia Tampil Luar Biasa

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

KONTINGEN Indonesia terus menambah perbendaharaan medali dari cabang tenis meja di multiajang Asian Para Games (APG) 2018. Kemarin, petenis meja tuan rumah menambah 3 medali emas, 2 perak, dan 7 perunggu.

Tiga emas tenis meja yang diraih kontingen Indonesia disumbang pasangan ganda putra Agus Sutanto/Tatok Hardiyanto, Dian David Mickael Jacobs/Akbar Komet, dan Mohamad Rian Prahasta/Suwarti.

Pada laga yang digelar di Ecovention Ancol, Jakarta, kemarin, pasangan Agus/Tatok yang turun di nomor ganda putra kategori TT 4-5 mengalahkan pasangan Thailand Chaiwut Wanchai/Nachai Niyom 14-12 dan 11-7 di Ecovention Ancol.

Medali emas kedua diraih pasangan David/Akbar. Di nomor ganda putra TT 10, pasangan Indonesia menundukkan ganda Korea Selatan Shin Seung Weon/Jung Sukyoun 11-5 dan 11-7.

Dengan merebut medali emas kemarin, David telah mendapat dua emas di multiajang Asian Para Games 2018. Sebelumnya, dia menjadi yang terbaik pada nomor perseorangan TT 10.

Dalam All Indonesian Final nomor ganda campuran kelas TT 6-8, pasangan Mohamad Rian Prahasta/Suwarti sukses menyumbang medali emas setelah mengungguli Banyu Tri Mulyo/Hamidah dengan skor 2-1 (11-7, 9-11, 11-5).

Hingga kemarin atau hari kelima perhelatan Asian Para Games 2018, cabang tenis meja telah mempersembahkan lima medali emas.

Mohamad Rian Prahasta dan Suwarti mengaku mereka tidak menyangka dapat memperoleh medali emas. Pasalnya, mereka bukan pasangan ganda campuran yang diunggulkan untuk mendapatkan emas.

Namun, Mohamad Rian mengaku dirinya bertekad untuk mendapat medali emas. "Kami memang tidak ditargetkan, tetapi saya punya target pribadi untuk mendapatkan emas," kata Mohamad Rian.

Dana komersial APG

Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora telah menjalin kerja sama dengan Panitia Asian Para Games (APG) 2018 atau Inapgoc dalam mengelola pendapatan komersial APG.

Pengelolaan dana komersial itu dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangi Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari dan Direktur LPDUK Agus Hardja Santana.

"Perjanjian kerja sama ini bertujuan agar pengelolaan dana komersial Asian Para Games 2018 yang merupakan bentuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel," jelas Direktur LPDUK Agus Hardja Santana.

Dengan perjanjian itu, seluruh penerimaan Inapgoc terkait dengan APG 2018 akan dikelola bersama LPDUK seperti penerimaan sponsor dalam bentuk uang dan barang, pendapatan penjualan merchandise, penjualan tiket, dan bentuk pendapatan lainnya.

Direktur Revenue and Sponsor Inapgoc Hasina Hakim mengatakan pihaknya telah berhasil menggandeng 49 sponsor yang nilainya diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 miliar.(Ant/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More