Pemprov DKI: Uang Tiket dan Hotel Ratna Sarumpaet Bisa Dianggap Hangus

Penulis: Haufan Hasyim Salengke Pada: Minggu, 07 Okt 2018, 15:28 WIB Megapolitan
Pemprov DKI: Uang Tiket dan Hotel Ratna Sarumpaet Bisa Dianggap Hangus

Ist

PELAKSANA tugas (Plt) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro memperkirakan Ratna Sarumpaet telah menghabiskan sebagian dana yang dibekali oleh Balai Kota untuk keperluan ke Chile.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta membenarkan Ratna Sarumpaet pergi ke Chile dengan rekomendasi mereka. Balai Kota membekali tersangka kasus hoaks itu sejumlah Rp70 juta untuk keperluan menghadiri 11th Women Playwrights International Conference (WPIC) di Kota Santiago. Uang itu untuk keperluan tiket, uang saku, dan biaya hotel.

Asiantoro meyakini Ratna telah membelanjakan uang itu untuk memesan hotel dan membeli tiket pesawat.

"Mungkin kalau hotel sama tiket bisa hangus ya karena kalau kita mau ke luar negeri harus booking dulu kamar hotel dan beli tiket (pesawat) juga. Kalau uang saku kan belum dipakai," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (7/10).

"Jadi nggak mungkin juga itu dibalikin kan nggak tau juga permasalahannya akan begini (Ratna terjerat kasus hukum)," imbuhnya.

Asiantoro menambahkan uang bekal untuk Ratna ditransfer September atau delapan bulan setelah ia mengajukan permohonan fasilitas kepada Pemprov DKI Jakarta pada Januari 2018.

Menurutnya, fasilitas seperti uang akomodasi dan saku yang diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada seseorang, kelompok, atau suatu badan bisa dianggap hangus atau tidak perlu dikembalikan kalau berkait dengan force majeure.

"Misalnya karena bencana, suatu kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan sehingga suatu kegiatan tidak dapat dilaksanakan," tandasnya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More