Pembukaan Asian Para Games Penghormatan Bagi Disabilitas

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Sabtu, 06 Okt 2018, 23:31 WIB Olahraga
Pembukaan Asian Para Games Penghormatan Bagi Disabilitas

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PRESIDEN Joko Widodo turun dari arena Kepresidenan untuk bergabung bersama siswa penyandang disabilitas Bulan Karunia Rudianti dan atlet panahan Abdul Hamid di tengah upacara pembukaan Asian Para Games 2018, Sabtu.

Presiden, Bulan, dan Abdul Hamid kemudian menembakkan panah, menghancurkan huruf-huruf DIS. Huruf-huruf itu jatuh berserakan bersamaan dengan tembakan pyro dari atap.

Dan terbentuk lah kata ABILITY yang bersinar keemasan seolah-olah menerangi Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Abiliy, jika diterjemahkan berarti kemampuan, merepresentasikann komunitas disabilitas yang mampu menembus segala keterbatasannya.

Tembakan pyro semakin menegaskan ajakan untuk menerima perbedaan kemampuan yang dimiliki setiap manusia, meninggalkan yang negatif dan mulai bergerak ke arah persatuan dalam keberagaman.

Aksi tersebut adalah salah satu dari pertunjukan dalam upacara pembukaan Asian Para Games 2018 yang bertemakan "We Are One", perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika.

We Are One' adalah kisah tentang bangsa yang memiliki keberagaman dalam darahnya. Indonesia, tanah keberagaman, di mana perbedaan tak hanya diterima tapi dirayakan. Dari satu, lahir beragam karya. Dari keberagaman, lahir persatuan.

Upacara pembukaan Asian Para Games 2018 yang berlangsung sekitar dua jam adalah perayaan keberagaman dan penghormatan bagi komunitas disabilitas.

Pertunjukan dibawah arahan Jay Subyakto itu melibatkan 849 pemeran, dengan rincian 2.606 peran dan 40 peran dengan disabilitas, serta iringan musik nan indah dari Andi Rianto dan kostum memukau karya Chitra Subyakto. (Ant/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More