Kekuatan Harapan di tengah Bencana

Penulis: SUMARYANTO BRONTO Pada: Minggu, 07 Okt 2018, 05:30 WIB Weekend
Kekuatan Harapan di tengah Bencana

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

DI punggung pria itu terikat kardus dengan tulisan 'Dicari: Atri-Istri, Fajar-Anak, Warga Perumnas'. Kardus itu terus ia kenakan sembari berkeliling mengendarai motor di sekitar area bekas Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Pemandangan dari pria itu ialah suara kegigihan. Di sisi lain, sulit pula kita menghilangkan kecemasan akan kabar buruk.

Betapa tidak, Perumnas Balaroa sebagai salah satu tempat yang paling parah terdampak gempa. Di sekitar sang pria itu pun pemandangan mengenaskan.

Yang semula area perumahan besar menjadi hamparan puing-puing. Bagian-bagian rumah yang masih bisa dikenali kebanyakan hanya atap.

Ibarat cerita yang kita kenal lewat dongeng, bumi seperti benar-benar melumat wilayah itu. Hingga meraba jejak-jejak kehidupan juga bagai jalan buntu.

Hal serupa terlihat pula di Kelurahan Petobo. Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ada setidaknya 744 rumah yang tenggelam akibat lumpur yang muncul setelah gempa.

Namun begitulah, harapan memang juga tidak mudah pupus begitu saja bagi orang terkasih. Lebih dari itu, mereka yang sedang ditimpa nestapa akan tahu bahwa harapan tersebut sesungguhnya bukan hanya demi sosok yang dicari, melainkan juga demi sang pencari sendiri.

Harapan itulah yang membuat mereka yang selamat ini bisa menapaki hari demi hari pascabencana. Di tengah kebingungan hanya harapan menemukan sanak keluarga yang bisa membuat mereka tetap melangkah dan bangkit.

Bagi saudara-saudara kita ini tidak ada yang dapat dilakukan selain menjaga harapan itu. Hal demikianlah yang terus dilakukan pemerintah lewat upaya evakuasi.

Lebih dari itu, keajaiban memang bukan mustahil di bencana paling mengerikan sekalipun. Setelahnya, barulah nanti bangsa ini harus belajar untuk tidak hanya mengharap keajaiban. Jejak bencana aialah pelajaran dari pemilik alam ini untuk kita bersiap dan bersiaga dengan sebaiknya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More