Bilang Makan Siang Di Jakarta Mahal, Sandi Justru Dicap Gagal

Penulis: Micom/RO Pada: Sabtu, 06 Okt 2018, 20:27 WIB Politik dan Hukum
Bilang Makan Siang Di Jakarta Mahal, Sandi Justru Dicap Gagal

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

CALON wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti masalah melambungnya harga bahan pangan di Indonesia. Pria yang akrab disapa Sandi itu bahkan menyebut harga sepiring makan siang di Jakarta kini lebih mahal daripada sepiring makan siang dengan kualitas sama di Singapura.

Menanggapi itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo–Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, justru mempertanyakan keabsahan temuan Sandiaga tersebut. “Bang Sandi dapat data darimana? Setahu saya Singpura masih masuk daftar kota termahal di dunia, sedangkan Jakarta tidak,” ujarnya, hari ini.

Dia menuturkan, berdasarkan hasil survei Economist Intelligence Unit (EIU), biaya hidup (termasuk biaya makan) di Singapura terbilang sangat tinggi dibandingkan dengan kota-kota lain di Asia. Mahalnya biaya hidup di negeri jiran itu sejajar dengan kota-kota lain di Eropa dan Amerika seperti Kopenhagen (Denmark), New York (AS), Jenewa (Swiss), dan Paris (Prancis).

Bahkan, berdasarkan hasil survei terakhir, Singapura masih masuk dalam daftar 10 kota atau negara dengan biaya hidup paling tinggi di dunia. Ini secara otomatis juga membuat Singapura menjadi kota termahal se-Asia Tenggara. “Maka itu saya tanya, Bang Sandi makan siangnya di Jakarta dimana? Saya pikir validitas datanya harus dilihat lagi,” tutur Arya.

Dia mengatakan, Sandiaga adalah mantan wakil gubernur DKI Jakarta yang semasa kampanye Pilkada 2017 selalu menekankan komitmen untuk menekan harga-harga kebutuhan pokok agar bisa terjangkau oleh seluruh masyarakat Ibu Kota. Karenanya, patut dipertanyakan jika sekarang Sandi menyebut harga makanan di Jakarta lebih mahal dari Singapura.

“Jangan sampai orang menilai Bang Sandi gagal dalam menjalankan programnya di Jakarta,” kata Arya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More