Ruang Waktu Bagong Kussudiardja

Penulis: Furqon Ulya Himawan Pada: Sabtu, 06 Okt 2018, 23:30 WIB Weekend
Ruang Waktu Bagong Kussudiardja

MI/ FURQON ULYA HIMAWAN

SEORANG anak kecil memakai belangkon berhias manik kupu-kupu di bagian atasnya. Khas keturunan ningrat pada saat itu. Dia memandang lurus ke depan tanpa kedip. Siapa saja yang datang dia tatap. Dialah Bagong Kussudiardja (BK), sosok maestro seni tari dan lukis berdarah biru, trah Hamengkubuwana (HB) VII. Seniman kenamaan itu memang telah berpulang pada 15 Juni 2004, di usia 75 tahun.

Itulah sosok pertama yang dijumpai ketika memasuki pameran arsip BK bertajuk Ruang Waktu Bagong Kussudiardja 2018, di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Sosok itu merupakan foto masa kecil BK, bertarikh 1928.

Di sampingnya terdapat teks pernyataan BK waktu kecil tentang dunia seni yang digelutinya. "Keluarga saya itu sudah keluarga pekerja kesenian. Jadi sejak bayi saya sudah akrab dengan kesenian." BK juga merupakan ayah pelakon Butet Kertaradjasa dan musikus Djaduk Ferianto.

Dari situ, pengunjung dibawa berputar serah jarum jam untuk mengikuti bentangan tarikh yang ada. Tarikh pertama tertulis 1928-1949 yang menjadi masa pembentukan BK dalam berkesenian baik tari maupun lukis. Bentangan tahun itu menjelaskan titik awal pengenalannya dengan seni tari dan belajar langsung dari Pangeran Tedjokusumo di Krida Bekasa Wirama dan bergabung dengan beberapa sanggar lukis, seperti Pusat Tenaga Pelukis Indonesia, Sanggar Pelukis Rakyat, dan menjadi anggota Perkumpulan Kesenian Irama Tjitra.

Ketika Orde Baru berkuasa atau di tarikh 1950-1965, BK sudah menghasilkan beberapa karya tarian yang dipentaskan di luar negeri, seperti tari Kuda-Kuda yang ditampilkannya di RRC. Di masa-masa itu pula, BK berkesempatan belajar di Connecticut College School of The Dance dan di Studio Martha Graham, inlah yang memengaruhi beberapa karyanya di kemudian hari.

Dalam pemeran arsip Ruang Waktu Bagong Kussudiardja 2018, tidak hanya menampilkan sisi dunia kesenian BK belaka. Aktivitasnya dalam dunia tulis-menulis juga terbentang nyata di medio 1953. Di situ terdapat foto BK sedang mewawancarai seseorang untuk tulisannya. Namun sayang, tak ada keterangan teks dalam foto itu.

Bentangan tahun terus berlanjut di setiap sisi ruang pamer, mulai 1928 sampai tarikh 2004. Di setiap arsip terdapat beberapa catatan. Pengujung bisa memotret, memegang, atau mengambil catatan arsip itu untuk dibaca. Beberapa kursi sudah disiapkan khusus untuk itu.

Ruang Waktu Bagong Kussudiardja 2018 merupakan serangkaian gelaran perayaan ulang tahun Bagong Kussudiarja (ke-90th), 60 tahun Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiarja, dan 40 tahun Padepokan Seni Bagong Kussudiarja. Pameran itu telah dibukan sejak 30 September dan akan berakhir pada 3 November.

BK ialah maestro seni Indonesia yang lahir pada 9 Oktober 1928 dan meninggal pada 15 Juni 2004 di Yogyakarta. Dia merupakan seniman serbabisa dan telah malang melintang ke sejumlah negara untuk pertunjukan tari. Tak tanggung-tanggung, sudah ada 200 lebih tarian yang dia ciptakan baik dalam bentuk tungal maupun massal.

Ibadah Kesenian

Arsip perjalanan BK sejak menggeluti kesenian sampai menjelang hari-hari terakhirnya terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama di lantai bawah tentang semua perjalanan BK. Di lantai atas merupakan poin penting dari perjalanan BK itu sendiri, seperti titik terang awak mula berdirinya PSBK.

Menaiki tangga lantai atas. Pengunjung langsung dijemput pada sosok BK yang sudah dewasa. Dia memakai sarung, berkopiah. Belakangnya ada WS Rendra, sang budayawan yang terkenal dengan sebutan Burung Merak. Mereka berdua seusai melakukan salat jemaah dalam film layar lebar berjudul Al-Kautsar (1977), sutradara Chaerul Umam.

Foto itu menjadi arsip yang ikut dipajang karena memiliki historis tersendiri. BK mengakui, pendirian PSBK terilhami setelah dia bermain di film tersebut yang berlatar belakang pesantren. Seperti tertulis dalam keterangan foto di bawahnya.

"Saya mendirikan padepokan ini muncul di benak saya ketika saya mengikuti pengambilan gambar film Al-Kautsar di sebuah pesantren. Saya benar-benar terkesan oleh kehidupan Pesantren: hubungan antara yang mendidik dan yang terdidik; keseharian para santri; kedisiplinannya; kerja keras mereka untuk mendapatkan ilmu dari guru mereka; pengabdian mereka pada pesantrennya, banyak. Di situlah saya mulai tergugah. Betapa baiknya pendidikan pesantren ini ditiru."

Dari situlah BK lantas membangun PSBK yang sampai sekarang masih terus berjalan dan telah menghasikan banyak seniman dari dalam maupun luar ngeri. Inilah yang dikatakan dia bahwa kesenian sudah menjadi kebutuhan, dan kesenian itu pula yang menjadi ibadahnya.

Menengok ke kanan, pengujung akan mendapati arsip yang telah tertata dalam sebuah map kuning. Arsip-arsip itu ialah dokumentasi kegiatan BK yang terekam di sejumlah media. Mulai yang serius seperti pengakuan sejumlah tokoh tentang sosok BK, dan kisah lucu seperti ketika BK pentas di Jawa Barat.

Dalam satu dokumen di sebutkan, ketika BK memperkenalkan kreasi tarian barunya di Sunda, Jawa Barat. Dia banyak menjadi bahan pembicaraan. Bukan hanya lantaran kepadaiannya bermain tari, melainkan juga karena namanya yang oleh orang Sunda dianggap lucu karena nama Bagong ialah nama lain untuk babi hutan. Namun, BK tidak mempersoalkan itu, dia malah menjelaskan panjang lebar tentang namanya dan proses keseniannya.

Di ruang lain, ada dua kursi dan satu meja yang di atasnya terdapat televisi. Desainnya mirip ruang berkumpul keluarga. Tv itu selalu menyala dan memperlihatkan karya-karya BK yang terekan. Jadi, pengunjung bisa langsung menikmati tarian BK sambil duduk seperti di rumah sendiri.

Suwarno Wisetrotomo, kurator pameran itu menyebut, BK tidak hanya seniman yang mampu mengisi ruan dan waktunya dengan seabrek kegiatan di zaman yang bergerak begitu cepat, tapi juga seniman yang sadar untuk mendokumentasikan segala kegitannya dalam bentuk apa pun.

"Kesadaran Bagong untuk menyimpan dokumentasi ini potensial sebagai data awal penelitian," sebut Suwarno dalam teks kuratorialnya.

Menurutnya, bentangan arsip perjalanan hidup BK mampu menunjukkan situasi antara dilihat-melihat; dibaca-membaca; ditulis-menulis; difoto-memfoto; dan direkam-merekam. Itu semua tersaji dalam pameran arsip Ruang Waktu Bagong Kussudiardja 2018.

"Di tengah buruknya kesadaran pengetahuan dan kerja mendokumentasi, BK menyimpan sejumlah dokumen dalam berbagai bentuknya," tulis Suwarno.

Benar, semua dokuemntasi BK yang berupa surat-surat kerja sama, surat-surat keputusan, surat undangan, foto perjalanan, foto kesenian, foto pertemuannya dengan para tokoh dunia, catatan seminar, artikel atau naskah pertunjukan, dan artikel di media, semua terdokumentasi dengan baik.

Apa yang BK lakukan meningatkan pada kisah Pramoedya Ananta Toer, sastrawan asal Bolara, Jawa Tengah. Di sebuah acara. Pram mengatakan tentang pentingnya mengarsip atau mendokuemtasi.

"Andai anak-anak remaja itu punya kebiasaan mengkliping, pastilah mereka tak bisa dibohongi karena tahu masalah sampai akar-akarnya. Sayang sekali pendidikan Indonesia tak pernah tekun mendidik muridnya tekun menggali fakta," ucap Pramoedya Ananta Toer saat temu pengarang di hadapan anak-anak SMP di Bojong.

Namun sayang, arsip di bawah bentangan tahun yang mengisahkan perjalanan BK dalam rentang waktu 50 tahun sejak BK menggeluti kesenian sampai menjelang hari-hari terakhirnya, tak memuat keterangan yang jelas dan rinci. Hanya ada tulisan tarikh, sedikit ketarangan, dan aspek visual saja.

Mungkin itulah harapan kurator memajang arsip itu. Seperti yang ditulis Suwarno dalam teks kuratorialnya, "Harapannya dapat mengundang para pengkaji sejarah, sejarah seni, politik, politik seni/seni politik, komodikasi seni, dan lainnya untuk menggunakannya sebagai pijakan awal, atau justru sumber utama." M-4

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More