Habib dan Ulama Dukung Jokowi-KH Ma'ruf

Penulis: RO Pada: Sabtu, 06 Okt 2018, 18:21 WIB Politik dan Hukum
Habib dan Ulama Dukung Jokowi-KH Ma

Ist

SEJUMLAH ulama dan habib menyatakan dukungannya secara terbuka kepada pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Maruf Amin. Dukungan dibacakan setelah melakukan pertemuan dan doa dengan Kiai Ma'ruf Amin, yang digelar secara tertutup di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10).

Setelah selesai pertemuan dan doa, digelar konferensi pers. Di sela pernyataan ke pers itu, sikap dukungan dibacakan KH Ahmad Badawi Basyir, dari Jekulo Kudus.

Berikut isi lengkap pernyataan sikap para habib dan ulama itu.

"Kami, Ulama dan Habaib Indonesia dengan ini menyatakan, untuk:

Pertama, siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Kedua, siap menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa dengan berupaya sekuat tenaga dalam menciptakan iklim politik yang aman, sejuk dan damai, serta berusaha tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.

Ketiga, siap merawat keharmonisan hubungan antar warga negara, bersikap toleran, dan saling menghormati setiap perbedaan pilihan politik.

Keempat, siap mendorong seluruh elemen masyarakat agar melaksanakan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019, tanpa hoax, politisasi SARA, dan politik uang.

Kelima, siap memenangkan pasangan Ir. H. Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dalam kontestasi Pilpres 2019.

Keenam, siap mengajak jama’ah dan menyampaikan kepada umat agar tetap tunduk dan patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More