Pemda DKI Akui Biayai Ratna untuk Misi Kebudayaan

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Kamis, 04 Okt 2018, 23:15 WIB Megapolitan
Pemda DKI Akui Biayai Ratna untuk Misi Kebudayaan

MI/PIUS ERLANGGA

AKTIVIS Ratna Sarumpaet diamankan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Kamis (4/10) malam. Dia mengaku tidak berniat kabur di tengah kebohongannya soal penganiayaan.

Ratna mengaku akan terbang ke Santiago, Chile, untuk menyampaikan pidato kebudayaan dalam konferensi penulis naskah teater internasional. Dia mengaku urusannya itu dibiayai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Asiantoro, membenarkan Pemda DKI membiayai seluruh perjalanan misi kebudayaan kongres kebudayaan dalam konferensi penulis naskah teater internasional.

Namun, membiayai seniman untuk misi kebudayaan diakui Asiantoro memang sudah lumrah bagi Pemda, selama dananya ada. Ratna sendiri, kata Asiantoro, telah mengajukan permohonan sponsor dana sejak sebulan lalu.

"Dia dianggap tokoh di sana. Hal yang biasa ketika ada budayawan yang meminta bantuan Pemda dan memang berprestasi, Pemda biayai," ujar Asiantoro saat dihubungi, Kamis malam.

Maka rekomendasi, dan penyusunan perjalanan, mulai dari menyiapkan tiket, hotel, sampai uang saku dan makan dilakukan oleh Pemda DKI menggunakan APBD.

"Kebetulan sekarang berbarengan dengan kasusnya, ya jadi masalah. Padahal sebenarnya tidak ada masalah," katanya.

Dia mencontohkan besaran biaya akan berbeda antara tiap tujuan negara. Seperti Vietnam, biaya dana bantuan untuk budayawan sebesar Rp17 juta, hanya untuk uang saku dan makan. Sedangkan mengingat jarak Chile lebih jauh, uang saku jelas di atas Rp17 juta.

"Bila dihitung dengan tiket pesawat ,uang saku, uang hotel, bisa mencapai Rp50 juta-Rp60 juta. Tidak banyak sebenarnya, mengingat tujuannya ke Chile, Amerika Latin. Tiket pesawat ke Inggris saja bisa Rp38 juta pulang pergi," tukas Asiantoro. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More