Aktivaku Siap Dukung Pemerintah Wujudkan Inklusi Keuangan

Penulis: Micom Pada: Selasa, 02 Okt 2018, 09:15 WIB Ekonomi
Aktivaku Siap Dukung Pemerintah Wujudkan Inklusi Keuangan

Ist

AKTIVAKU merupakan salah satu startup fintech peer-to-peer lending yang menawarkan pinjaman dengan berbasis pada properti atau aset tetap. Adapun tujuan utama perusahaan yang didirikan empat orang berlatar belakang di bidang perbankan, keuangan, dan pasar modal Indonesia, ialah untuk mendukung pemerintah mewujudkan inklusi keuangan melalui penyediaan sarana perantara untuk mempertemukan pendana dan kalangan usaha di luar sistem perbankan secara cepat dan mudah.

Dengan pengalaman para pendirinya, diharapkan Aktivaku bisa menjadi media yang membantu masyarakat dalam hal pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform digital, sekaligus menjadi wadah bagi pendana di seluruh Indonesia untuk menyalurkan dana dengan lebih aman ke dalam fasilitas-fasilitas pinjaman yang dijamin dengan aset.

Startup fintech yang didirikan oleh Ricky Gandawijaya dan teman-teman pada pertengahan 2017 ini telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sejak Januari 2018 dan sudah memulai menyalurkan pendanaan, khususnya kepada kalangan UMKM di Indonesia, dalam bentuk pembiayaan proyek.

Sampai dengan Agustus 2018 ini, tenor pinjaman yang telah diberikan berkisar antara 1-9 bulan dan tingkat bunga antara 14-21% per tahun, tergantung dari nilai kredit masing-masing peminjam.

"Kami berharap hingga akhir 2018 nanti Aktivaku bisa menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp60 miliar melalui produk-produk yang kami tawarkan. Dengan demikian, maka Aktivaku bisa menjadi solusi pembiayaan bagi kalangan yang belum terjangkau oleh pihak perbankan dan juga menjadi instrumen alternatif investasi bagi masyarakat di seluruh Indonesia," ujar Ricky dalam keterangannya, Senin (1/10).

Adapun produk utama yang saat ini dimiliki oleh Aktivaku ialah property refinancing yang ditujukan untuk pembiayaan proyek. Seorang pemilik proyek yang dibuktikan dengan SPK atau PO, bisa mengajukan pinjaman dana dengan jaminan properti atau aset yang dimilikinya.

Apabila disetujui, Aktivaku akan membiaya sejumlah maksimal 60% dari nilai taksiran (apraisal) properti atau aset, dengan tenor sesuai usia proyek maksimal 2 tahun sab maksimal plafon Rp2 miliar.

Produk lainnya alah credit take over yang membantu nasabah untuk memindahkan atau melunasi kredit dari sebuah institusi keuangan dengan tujuan untuk dipindahkan ke institusi lainnya dengan bunga lebih rendah atau benefit lainnya.

"Contohnya pindah KPR ke bank lain. Hal ini dimaksudkan agar nasabah bisa dimudahkan dalam pengalihan pinjaman yang membutuhkan dana pelunasan dalam waktu singkat," imbuh Ricky.

Sementara salah satu keunikan yang dimiliki Aktivaku ialah pembiayaan bisa dilakukan dari level SPK, tidak hanya setelah penerbitan tagihan (invoice). Sedangkan perbankan biasanya hanya membiayai proyek per termin dengan pembayaran berupa cicilan.

Di Aktivaku, pelunasan bisa dilakukan sesuai karakter proyek, bisa mencicil ataupun membayar pokok dan bunga di belakang. Hal ini membuat Aktivaku menjadi pilihan pendanaan yang lebih fleksibel apabila dibandingkan dengan produk pendanaan lain yang telah ada.

Keunikan lainnya adalah fasilitas yang ada di Aktivaku dijamin dengan aset tetap seperti properti, sehingga lebih memberikan ketenangan kepada para calon pendana dalam menyalurkan pembiayaan.

Produk berikutnya yang disasar Aktivaku ialah pendanaan untuk perumahan. Target pasar dari Aktivaku sendiri adalah kalangan yang masih kesulitan memperoleh pembiayaan dari perbankan, seperti pekerja kreatif, jasa, pedagang kecil, pekerja tidak tetap, dan lain-lain.

Ricky menambahkan, salah satu fokus utama Aktivaku nantinya adalah menjadi perantara untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah dengan harga terjangkau.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kerja sama terus dilakukan dengan pihak pengembang seperti Perumnas dan beberapa lainnya milik BUMN (sebagai penyedia perumahan terjangkau), serta segmen yang membutuhkan pendanaan tetapi belum bisa difasilitasi oleh perbankan.

Pada 31 Agustus 2018 lalu, Aktivaku juga sudah menandatangani kerja sama dengan Gojek sehingga para mitra pengemudi nantinya bisa memanfaatkan layanan pendanaan yang dihadirkan oleh Aktivaku untuk memiliki produk-produk pengembang yang telah bekerja sama di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan adanya Aktivaku maka diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki akses untuk mendapatkan pembiayaan perumahan dan menurunkan backlog perumahan di Indonesia," pungkas Ricky, CEO Aktivaku. (RO/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More