APM Mulai Naikkan Harga Jual

Penulis: Nurtjahyadi Pada: Kamis, 04 Okt 2018, 05:30 WIB Otomotif
APM Mulai Naikkan Harga Jual

Thinkstock

SEJUMLAH agen pemegang merek (APM) sejak September mengoreksi harga jual mobil dengan sejumlah alasan. Beberapa yang melakukan perubahan harga, antara lain mobil merek Toyota, Daihatsu, dan Suzuki. Sebaliknya, masih ada beberapa APM bertahan di harga lama, antara lain Mercedes-Benz dan Nissan.

Terakhir, PT Toyota Astra Motor (TAM) merilis mulai 1 Oktober 2018 merevisi harga empat model kendaraan, yaitu Voxy, Rush, Calya, dan Agya. Kenaikan harga empat model kendaraan tersebut mulai Rp1,6 juta hingga Rp4 juta per unit. "Penyesuaian harga ini didasari oleh penyesuaian faktor cost yang memang sudah di review dan disiapkan jauh-jauh hari dengan mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu exchange rate, cost produksi, dan masih banyak lagi," kata Executive General Manager PT TAM, Fransiskus Soerjopranoto melalui siaran pers, pada Senin (1/10).

Daihatsu juga menaikkan harga, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra yang dihubungi pada Selasa (2/10) menyatakan pihaknya menaikkan harga jual mulai 1 Oktober 2018 karena dampak penerapan standar Euro 4. "Untuk memenuhi standar Euro 4 perlu adanya penambahan sejumlah komponen di antaranya catalytic converter."

Produk Daihatsu yang mengalami kenaikan ialah model Sigra, Ayla, dan Sirion naik Rp1,1 juta, Terios Rp1,6 juta, Xenia Rp1,4 juta. Sementara itu, GranMax dan Luxio naik Rp2 juta serta Himax Rp1 juta.

APM yang menyesuaikan harga dengan alasan tertekannya rupiah oleh keperkasaan dolar ialah PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Model Suzuki yang naik ialah Ignis, Baleno, dan S-Cross.

Section Head 4W Product Development SIS Harold Donnel menyatakan, sejak 1 September SIS melakukan penyesuaian harga pada tiga model mulai Rp3 juta sampai Rp5 jutaan.

Di lain pihak, APM Mitsubishi sudah melakukan penyesuaian harga sejak Agustus. Seperti yang diungkapkan Deputy Group Head Planning & Communication PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Intan Vidiasari, model yang mengalami penyesuaian harga ialah Pajero Sport dan Xpander masing-masing naik Rp5 juta dan Rp2 juta. Mulai Oktober ini, MMKSI juga menetapkan kenaikan harga jual dari Triton sebesar Rp5 juta.

Sementara itu, Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Hendrik Wiradjaja mengaku gejolak rupiah memaksa pihaknya untuk menyesuaikan harga jual produk-produk Hyundai di Indonesia. "Kenaikan harga berlaku mulai 1 Oktober ini di seluruh jajaran model Hyundai," ungkap Hendrik.

Sebagai APM yang menjual produk-produk CBU, Hendrik mengatakan faktor yang paling memengaruhi harga jual ialah transportasi/ekspedisi pengiriman karena paling sangat berpengaruh terhadap nilai tukar dolar, sedangkan faktor lainnya belum ada yang berubah. "Kisarannya antara Rp2 sampai Rp5juta. Nanti kita review lagi," ujarnya.

Bertahan di harga lama

Sebaliknya, Mercedes-Benz Distribution Indonesia dan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) masih bertahan pada harga lama.

Deputy Director Marketing Communication Mercedes-Benz Distribution Indonesia Hari Arifianto menegaskan, dalam menentukan harga jual produk, perusahaannya berpegang pada acuan nilai tukar valuta asing. "Mercedes-Benz Indonesia melihat nilai tukar belum melewati batasan yang ditentukan perusahaan sehingga belum ada niat untuk menaikkan harga," ungkap Hari.

Sementara itu, PT NMI juga mengaku belum ada niat untuk menaikkan harga, jual mobilnya. "Belum merasa perlu melakukan penyesuaian harga jual kendaraannya terkait dengan menguatnya mata uang ‘Negeri Paman Sam’ itu," kata Head of Communication, NMI Hana Maharani. (S-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More