Peran Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF–WB 2018

Penulis: Nufransa Wira Sakti Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Pada: Kamis, 04 Okt 2018, 00:00 WIB Opini
Peran Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF–WB 2018

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

DENGAN produk domestik bruto (PDB) yang telah menembus angka US$1 triliun, Indonesia ialah negara yang besar. Saat ini Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN dan anggota G20 yang merupakan gabungan dari 20 ekonomi terbesar di dunia.     

Diperkirakan, dalam 20 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi bagian dari lima negara terbesar di dunia berdasarkan ukuran ekonominya. Indonesia juga mempunyai kemampuan untuk memengaruhi kebijakan di dunia internasional. Sebagai contoh terkini, untuk mengurangi defisit transaksi berjalannya, India beberapa waktu yang lalu telah meniru Indonesia dengan melakukan pembatasan impor untuk barang yang tidak penting.

Satu hal yang membanggakan juga, Indonesia telah dipercaya komunitas keuangan dunia untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 yang akan diselenggarakan di Bali pada 11-14 Oktober 2018.

Selain sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai ketua dari Development Committee, sebuah forum global yang terdiri atas 25 menteri keuangan dari seluruh dunia. Hasil dari pertemuan akan dituangkan dalam sebuah komunike yang menjadi referensi bersama. Komunike ini diharapkan akan menghasilkan suatu kesepakatan bagi kemajuan pembangunan di semua negara dunia.

Situasi ekonomi dunia saat ini tengah mengalami perubahan yang sangat cepat yang disebabkan adanya perang dagang antarnegara, normalisasi kebijakan moneter AS, serta perkembangan geopolitik di beberapa kawasan dunia.

Dengan ketidakpastian dan guncangan yang sangat besar, tentu saja terdapat risiko yang memengaruhi output perekonomian secara global. Berbagai isu global tersebut menjadi salah satu agenda penting yang akan dibahas dalam Sidang Tahunan IMF-WB 2018 dan Pertemuan Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20.

Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia dapat memasukkan usulan kepada IMF dan World Bank untuk membahas isu-isu yang menjadi prioritas nasional dalam sidang tahunan tersebut. Berbagai isu yang diusulkan dan akan dibahas, antara lain investasi pada human capital, pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertumbuhan, inovasi pembiayaan infrastruktur, pengelolaan urbanisasi, dan penanganan isu-isu perubahan iklim. Termasuk mendorong investasi swasta dalam perubahan iklim, penanganan bencana alam, dan pengembangan keuangan syariah dalam rangka pendalaman sektor keuangan.

Salah satu pembahasan yang terkait dengan kondisi Indonesia saat ini ialah penanganan bencana alam. Penanganan bencana tentu saja erat kaitannya dengan sumber pembiayaan dan alokasi dana dalam pengelolaannya. Pada pertemuan di Bali, akan dibahas mengenai strategi pembiayaan dan juga asuransi atas risiko bencana.

Diskusi utama dari isu tersebut dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi semua negara di dunia, khususnya Indonesia. Selain usulan itu, Indonesia juga akan menyuarakan agar negara maju dapat melakukan komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara emerging sebelum meluncurkan sebuah kebijakan yang berdampak global. Sidang tahunan penentu kebijakan keuangan global ini akan menjadi sarana yang tepat dalam menyuarakan kebersamaan, koordinasi, dan sinergi bagi seluruh negara di dunia.

Pertemuan ini juga akan dihadiri para pemimpin ekonomi dunia dan pengusaha dari 189 negara, serta dihadiri banyak kalangan. Termasuk di dalamnya ialah perwakilan masyarakat sipil, anggota parlemen, sektor swasta, hingga para pembuat kebijakan berkumpul pada pertemuan itu.  

Dengan demikian, Sidang Tahunan IMF-WB 2018 merupakan sebuah kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia ialah negara yang berdaya tahan tinggi di tengah guncangan ekonomi global. Setelah berhasil melewati krisis moneter pada 1998, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi dan stabil, serta termasuk dalam negara dengan rata-rata tingkat pertumbuhannya tertinggi ketiga di antara negara G20.

Dengan banyaknya investor yang hadir, dalam pertemuan itu Indonesia dapat menunjukkan kepada investor bahwa iklim investasi Indonesia sangat bersahabat. Berbagai kebijakan pemerintah yang pro-investasi sebagaimana tertuang dalam paket-paket kebijakan ekonomi. Tersedianya sumber daya alam yang melimpah, banyaknya sumber daya manusia yang didominasi generasi muda, dan sektor keamanan yang relatif stabil. Berbagai contoh model bisnis digital yang berkembang di Indonesia dapat dijadikan pembahasan; contohnya ialah perkembangan teknologi finansial, e-commerce, online marketplace, dan juga jasa pelayanan online.

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar pada bidang ekonomi digital. Selain sebagai market yang besar dengan jumlah populasinya yang besar, banyak generasi muda Indonesia memiliki kemampuan yang sudah terbukti mampu berkompetisi secara regional dan semoga bisa bersaing secara global.

Go-jek dan Traveloka ialah contoh jasa pelayanan yang sudah merambah kawasan regional. Animator Indonesia juga sudah banyak dipakai dalam film sekelas Holywood. Ini merupakan kesempatan emas agar kebijakan yang dibuat untuk era digital ini harus seimbang sehingga potensi setiap negara dapat teroptimalkan perkembangannya.

Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia tidak saja menerima banyak keuntungan ekonomis melalui transaksi ekonomi berupa akomodasi/penginapan, transportasi, makan-minum, dan suvenir. Namun, juga mempunyai banyak kesempatan untuk menyuarakan kepada dunia tentang pentingnya sinergi dan koordinasi agar terciptanya situasi yang stabil dan kondusif di dunia.

Untuk melaksanakan amanah konstitusi dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, pemerintah Indonesia dapat memainkan peran penting melalui pertemuan tahunan IMF World Bank ini. Di tengah perekonomian global yang penuh ketidakpastian, diperlukan adanya kesatuan langkah dan gerak agar semua negara mendapatkan keuntungan dari globalisasi. Dengan tumbuh secara bersama-sama, tidak boleh lagi ada negara yang tertinggal dan terpuruk dalam kemiskinan. Indonesia dapat menyuarakannya kepada dunia.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More