Samsung Batal Hadirkan Galaxy Watch LTE di Indonesia

Penulis: Antara Pada: Rabu, 03 Okt 2018, 16:45 WIB Teknologi
Samsung Batal Hadirkan Galaxy Watch LTE di Indonesia

AFP PHOTO / JUNG Yeon-Je

PRODUCT Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia, Annisa Nurul Maulina, mengatakan pihaknya tidak membawa Galaxy Watch varian LTE karena operator di Indonesia belum mendukung teknologi tersebut.

Samsung yang meluncurkan arloji pintar terbaru Galaxy Watch di Indonesia akhirnya hanya hanya menghadirkan varian dengan konektivitas Bluetooth.

"Karena operator belum ready. Kami sudah dari tahun lalu tanya siapa yang siap meluncurkan itu," ujar Annisa ditemui usai media workshop Samsung Galaxy Watch di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (2/10).

Varian LTE menggunakan teknologi e-SIM. Sesuai namanya, e-SIM atau electronic SIM tidak memiliki wujud fisik seperti kartu SIM pada umumnya. E-SIM merupakan modul yang terintegrasi dan melekat pada perangkat.

"Kalau varian e-SIM bisa mendengarkan musik langsung streaming dari Spotify karena varian e-SIM menyalin nomor HP kita. Kalau ketinggalan smartphone, smartwatch bisa langsung terkoneksi ke jaringan LTE," kata Annisa.

Saat ini, Samsung masih mendorong operator untuk mendukung e-SIM.

"Paling cepat tahun depan. Saat ini belum jual varian ini karena takut harga mahal untuk fitur enggak berguna," ujar Annisa.

Samsung pertama kali membenamkan teknologi ini pada smartwatch Gear S2 3G. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu juga menghadirkan teknologi tersebut pada Gear S3 LTE, kemudian pada smartwatch terbaru Galaxy Watch. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More