PPP tidak Terkejut Elektabilitas Jokowi-Amin masih Unggul

Penulis: Nurjiyanto Pada: Rabu, 26 Sep 2018, 20:20 WIB Politik dan Hukum
PPP tidak Terkejut Elektabilitas Jokowi-Amin masih Unggul

MI/M. Irfan

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani menuturkan unggulnya elektabikitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin yakni sebesar 57,7% dari pesaingnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (32,3%) bukanlah hal yang mengejutkan. Pasalnya, sejak sebelum penetapan calon presiden-calon wakil presiden pun elektabilitas paslon yang diusung oleh partainya ini relatif tinggi.

Arsul, yang juga merupakan Sekertaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, menuturkan adanya hasil ini akan dijadikan acuan dalam meningkatkan kerja tim kampanye. Hal tersebut akan dilakukan agar ke depan angka elektabilitas tersebut dapat naik.

"Dari sisi capaian ini sesungguhnya tidak terlalu mengejutkan meski ada kenaikan sedikit. Namun karena masih di bawah target elektabilitas, maka kami masih perlu kerja keras untuk meningkatkannya," ujarnya melalui pesan singkat saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (26/9).

Ia menuturkan, peningkatan kerja-kerja politik akan dilakukan guna mencapai target perolehan suara. Pasalnya, jila dilihat dari angka 57,7% saat ini masih dibawah target tim koalisi yang mengejar angka 70%.

Untuk itu, nantinya pihaknya akan terus mendorong kampanye-kampanye terkait gagasan dan program yang nantinya akan ditawarkan kepada publik. Selain itu, pihaknya juga akan meyakinkan para pemilih terkait dengan keberhasilan pemerintahan Jokowi saat ini.

"Hasil survei Indikator ini akan menjadi salah satu pendorong bagi TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk bekerja lebih keras guna menaikkan elektabilitas paslon ini sampai di atas 70%," ungkapnya.

Sebelumnya, survei Indikator merilis terkait elektabilitas pasangan capres-cawapres di Pemilihan Umum 2019. Hasilnya, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh elektabilitas sebesar 57,7% dan elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 32,3%. Survei tersebut dilakukan pada rentang 1-6 September 2018 dengan melibatkan 1.220 responden dengan teknik multi random sampling. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More