Sambut HUT Ke-39, Dekranas Gelar Pameran Kriya Nusa

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Selasa, 25 Sep 2018, 22:30 WIB Humaniora
Sambut HUT Ke-39, Dekranas Gelar Pameran Kriya Nusa

Ist

DALAM rangka memperingati hari ulang tahun ke-39, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar rangkaian kegiatan besar berupa Pameran Kriyanusa, Rapat Kerja Nasional, sekaligus tuan rumah evaluasi penjurian World Craft Council (WCC) Award 2018.

Triana Rudiantara, selaku Ketua Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi KriyaNusa 2018, mengutarakan, pameran kerajinan KriyaNusa 2018 akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada 26-30 September. Pameran bertemakan 'Tingkatkan Sinergitas dan Kreativitas Wirausaha Milenial' akan mengusung ikon daerah Nusantara dari Aceh berupa motif Pucuk Rebung sebagai dasar desain publikasi.

Pameran KriyaNusa 2018 diikuti Dewan Kerajinan Nasional dan Daerah (Dekranasda) seluruh Indonesia yang memfasilitasi perajin di wilayah masing-masing. Kalangan BUMN dan kementerian memberi dukungan dan memfasilitasi mitra binaannya guna terlibat menyemarakkan 313 stan kriya dan 21 stan kuliner. Stan-stan tersebut terdiri atas 172 stan Dekranasda, 37 stan kementerian dan BUMN, 76 perajin individu, dan stan ikonik serta desainer.

KriyaNusa 2018 juga akan menggelar pergelaran busana menyertakan para desainer bekerja sama dengan perajin daerah guna mengedukasi perajin dan memperkenalkan hasil kerajinan daerahnya kepada masyarakat yang lebih luas.

Tahun ini, daerah yang bekerja sama dengan para desainer ialah Sintang, Sabu, Cual, Donggala, Tuban, dan Ulap Doyo. Desainer-desainer tersebut antara lain Carmanita, Naniek Rahmat, Ghea Panggabean, Oscar Lawalata, dan Didit Maulana.

"Kami mengajak seluruh masyarakat dapat menghadiri pameran kerajinan karya anak bangsa ini dan even ini tidak dipungut bayaran alias gratis. KriyaNusa 2018 juga menghadirkan ragam kuliner Nusantara. Dengan Pameran Kriyanusa 2018, Dekranas ingin memberikan ruang bagi perajin Indonesia untuk menampilkan produk-produk unggulannya sekaligus memperkenalkan hasil kerajinan daerah ke masyarakat yang lebih luas," papar Triana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/9).

Triana mengutarakan, banyaknya stan yang berpartisipasi membuat produk kerajinan sangat beragam dan berkualitas karena melibatkan perajin terpilih dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia setelah diseleksi Dekranasda setempat.

Sedangkan kegiatan World Craft Council Award of Excellence (WCC AoE) for Handicraft 2018, Dekranas bertindak sebagai tuan rumah. WCC AoE for Handicraft merupakan salah satu kegiatan dari World Craft Council-Asia Pacific Region (WCC-APR), yang digelar dua tahun sekali.

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari UNESCO AoE for Handicraft, yang terakhir diselenggarakan di Kuching, Malaysia, pada 2014. Kegiatan WCC AoE diikuti negara anggota WCC-APR dari wilayah Asia Tenggara, yakni tuan rumah Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, dengan jumlah produk yang terdaftar sebanyak 129 produk kerajinan (per 20 September 2018). Dari 129 produk tersebut 65 produk (66%) berasal dari Indonesia. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More