Perlu Koordinasi Kuat Hadapi Gejolak Global

Penulis: ” (Cah/Der/E-3) Pada: Rabu, 26 Sep 2018, 02:00 WIB Ekonomi
Perlu Koordinasi Kuat Hadapi Gejolak Global

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan perlunya koordinasi dan konsolidasi yang kuat antara otoritas fiskal, moneter, dan dunia usaha dalam menghadapi kondisi perekonomian global yang tidak menentu.

“Dengan situasi global tak menentu, ada perang dagang AS-China, kenaikan suku bu-nga, Turki, menurut saya perlu konsolidasi dan koordinasi kuat antara moneter, fiskal, dan dunia usaha,” ujar Presiden Jokowi dalam acara ulang tahun ke-50 Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Senin (24/9) malam.

Menurut Jokowi, dengan koordinasi dan konsolidasi yang kuat, akan mudah membangun kepercayaan publik dan pasar. “Karena ini sama kayak membangun perusahaan, trust brand sangat penting. Negara memerlukan itu. Bangun trust, market confident agar internasional, pasar dalam negeri, percaya kita serius menghadapi dan menyelesaikan masalah negara ini,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Di hadapan anggota Kadin, Presiden mengingatkan Indonesia merupakan negara besar dengan 263 juta penduduk, 17.000 pulau, 514 kabupaten/kota, dan 34 provinsi.

Karena itu, kata Kepala Negara, membangun Indonesia tidak bisa hanya memperhitungkan sisi ekonomi dan politik. Jika hanya memperhitungkan sisi ekonomi atau politik, akan menguntungkan jika hanya membangun Pulau Jawa yang penduduknya 60% dari penduduk Indonesia.

Presiden menyebutkan saat ini ketimpangan infrastruktur antara barat, tengah, dan timur masih besar. “Pemerintah berupaya mengejar ketertinggalan tersebut.”

Ia mencontohkan tiga tahun lalu Indonesia hanya memiliki 231 waduk dan bendungan, tertinggal daripada AS yang memiliki 6.000 bendungan dan China dengan 110.000 ben-dungan. “Ini fakta yang harus disampaikan dan harus kita kejar,” tutup Jokowi.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menambahkan di usia ke-50 tahun, Kadin akan lebih terbuka melayani semua pelaku usaha. “Kadin telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional, terutama dalam mewujudkan pemerataan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat, serta mampu memperkukuh persatuan, untuk meningkatkan ketahanan nasional dalam percaturan ekonomi regional dan internasional.” (Cah/Der/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More