Pengusaha Siap Patuhi Aturan Wajib L/C

Penulis: (Cah/E-1) Pada: Rabu, 26 Sep 2018, 01:45 WIB Ekonomi
Pengusaha Siap Patuhi Aturan Wajib L/C

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

PELAKU usaha akan mematuhi ketentuan penggunaan letter of credit (L/C) dalam kegiatan ekspor seperti yang diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan No 94 Tahun 2018.

Di kalangan perusahaan batu bara, penggunaan L/C  bukanlah hal baru. Meski begitu,  masih ada sebagian perusahaan  yang belum terbiasa menggunakan L/C, terutama yang diterbitkan perbankan dalam negeri.

Oleh karena itu, Asosiasi Perusahaan Batu Bara Indonesia (APBI) akan profaktif menyosialisasikan aturan itu kepada para anggotanya.

“Sejauh ini belum ada keluh-an sehingga menurut hemat kami anggota-anggota APBI sudah comply. Namun, tentu tidak tertutup kemungkinan ada perusahaan yang belum bisa comply dan untuk sosialisasi pemerintah sudah lakukan,” kata Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (25/9).

Sebagai informasi, Permendag No 94 Tahun 2018 itu mewajibkan empat sektor usaha menggunakan L/C dalam kegiatan ekspornya. Keempat sektor itu ialah mineral, batu bara, migas, dan kelapa sawit.

Aturan tersebut mewajibkan penggunaan L/C dilaksankan per 7 Oktober 2018. Bila ada perusahaan yang masih membutuhkan penundaan, wajib meminta izin kepada Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, pengamat hukum sumber daya alam dari Universitas ­Tarumanagara Ahmad Redi mengatakan pihaknya berharap ketentuan penggunaan L/C itu dipermanenkan sebab selama ini banyak perusahaan yang menyimpan hasil ekspornya di luar negeri sehingga tidak mendukung program pemerintah meningkatkan devisa negara.  

“Kebijakan ini sangat baik. Selama ini perusahaan tambang, khususnya perusahaan asing, lebih memilih menyimpan dana hasil produksinya di bank asing. Tentu ini tidak ramah pada cadangan devisa kita,” jelas Redi. (Cah/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More