Pelaku Pembakaran Hutan Ditangkap

Penulis: Lina Herlina Pada: Selasa, 25 Sep 2018, 23:00 WIB Nusantara
Pelaku Pembakaran Hutan Ditangkap

Thinkstock

KEPOLISIAN Resor Gowa menangkap dua warga Desa Parangloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang diduga sebagai pelaku pembakaran hutan milik Inhutani. Kedua tersangka ialah MA, 68, dan RS, 41, yang berprofesi sebagai petani. Mereka membakar hutan seluas sekitar 4 hektare.  

Kepala Satuan Reskrim Polres Gowa AKP Herly Purnama mengatakan MA dan RS awalnya diperiksa sebagai saksi. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan, status mereka menjadi tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan, banyak bukti yang mengarah ke mereka makanya kita naikkan statusnya sebagai tersangka,” kata Herly, Selasa (25/9).

Kedua pelaku tersebut mulai ditahan­ Selasa (18/9) dengan barang bukti dua unit parang panjang yang digunakan untuk memotong pohon, dan dua potongan pohon yang terbakar.

Saat dilakukan pengembangan, kedua tersangka mengaku tidak tahu jika lahan yang dibakar ialah milik negara dan bukan milik pribadi.

“Pelaku ini membakar dengan menggunakan korek gas. Motifnya untuk membuka lahan perkebunan­ dengan cara membakar untuk menghemat biaya,” lanjut Herly.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1), UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pasal 187 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan. Meskipun hujan deras sudah mengguyur wilayah itu belum bisa memadamkan kebakaran lahan gambut.

Sebagian besar wilayah OKI ialah lahan gambut. Ada empat kecamatan di OKI yang jadi langganan dan sulit dipadamkan, yakni di Kecamatan Pangkalan Lampam, Pedamaran, Tulung Selapan, dan Cengal.  

“Kebakaran lahan masih terpantau di empat kecamatan itu. Semuanya adalah lahan gambut mudah terbakar. Apalagi ini sudah puncak kemarau. Kita terus konsentrasi pemadaman­ di lokasi ini,” ungkap Kepala Posko Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla BPBD Sumsel, Ansori.

Saat ini sudah dikerahkan 10 helikopter untuk memadamkan api, tetapi belum seluruhnya padam.

Karhutla juga terjadi di Kalimantan Selatan. Sekitar 3.000 hektare kawasan hutan dan lahan di wilayah itu hangus. Empat helikopter yang dikerahkan BPBD Kalimantan Selatan belum mampu mengatasi karhutla di wilayah itu.

Selain karhurtla, krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan Lamongan, Jawa Timur. Sebanyak 18 desa di tujuh kecamatan di Klaten mengalami krisis air bersih, sedangkan di Lamongan, sebanyak 40 waduk dan rawa mengering­. Pada saat normal, debit air waduk dan rawa mencapai 118 meter kubik, kini tersisa 3,6 juta meter kubik atau 3%.

Pembalakan liar
Satreskrim Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, menangkap pelaku pembalakan liar hutan jati di kawasan RPH Perhutani, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Tersangka berinisial HA, 65, warga Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, masuk daftar pencarian orang selama dua bulan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Pribadi Atma, tersangka selalu mengorder kayu untuk usaha mebel, termasuk membeli kayu di Perhutani yang dilarang untuk dijual belikan. Sebelumnya, dua tersangka lainnya telah diamankan. (DY/DW/JS/YK/AD/UL/N-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More