Vaksinasi Campak Diperpanjang

Penulis: (PS/DW/RF/PO/N-2) Pada: Selasa, 25 Sep 2018, 22:30 WIB Nusantara
Vaksinasi Campak Diperpanjang

BELUM seluruh daerah mencapai target imunisasi campak/rubela (measles rubella/MR). Seperti di Kota Medan, Sumatra Utara, capaian­ imunisasi MR baru 39,15%. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Usma Polita, mengatakan pihaknya akan memperpanjang kampanye MR dan umpan balik capaian kampanye imunisasi MR.

“Kita sudah membuat surat kepada seluruh kepala UPT puskesmas bahwa pelaksanaan kampanye MR diperpanjang sampai 31 Oktober. Saya minta ini dioptimalkan agar target 95% bisa dipenuhi,” kata Usma, Selasa (25/9).

Usma mengakui capaian imunisasi MR sampai saat ini memang masih belum memuaskan. Dari 585.641 target sasaran, baru 252.532 anak yang diimunisasi atau sekitar 39,15% hingga 22 September lalu.

Demikian juga di Sumatra Selatan (Sumsel), pemberian vaksin MR yang semula hingga akhir September ini diperpanjang hingga Oktober. Perpanjangan vaksinasi ini karena masih minimnya realisasi dari yang ditargetkan. “Realisasi vaksin MR di Sumsel baru 47%, maka pemberian vaksin MR diperpanjang sampai 31 Oktober,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy.

Sebaliknya, di Kalimantan Tengah, capaian imunisasi campak di wilayah itu sudah mencapai 84%. Kepala Dinas Kesehatan Kalteng­, Yayu Indriaty, mengatakan pihaknya melibatkan posyandu secara maksimal.  

Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, sebanyak 1.470.409 anak sudah diimunisasi vaksin MR dari target 1.743.395 anak usia 9 bulan-15 tahun. Pemberian vaksin MR gratis ini sampai 30 September sesuai surat edaran Menteri Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr Dominikus Mere, mengatakan persentase cakupan vaksinasi MR mencapai 84,34%.  

Masih terkait dengan imunisasi, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, khawatir apabila vaksinasi MR tidak tercapai, bisa berdampak terhadap sektor pariwisata.  (PS/DW/RF/PO/N-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More