Asian Para Games Jadi Refleksi Diri

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Rabu, 26 Sep 2018, 00:45 WIB Hiburan
Asian Para Games Jadi Refleksi Diri

MI/RAMDANI

PESTA olahraga terbesar bagi para atlet disabilitas, Asian Para Games 2018 semakin dekat. Begitu juga dengan kesibukan presenter Muhammad Farhan, 48.

Sejak didapuk sebagai Direktur Media dan PR panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) pada Mei 2018, aktivitas Farhan semakin sibuk. Persiapan Asian Para Games 2018 yang semakin mepet hanya menyisakan waktu kurang dari dua pekan sebelum penyelenggaraannya pada 6-13 Oktober 2018 nanti.

Dalam menjalani tugas-tugasnya di Inapgoc, Farhan didampingi presenter kondang Tina Talisa sebagai wakilnya. Ia mengaku, keterlibatannya dalam kepanitiaan Asian Para Games 2018 menjadi pengalaman yang berharga. Selain bisa menjadi bagian dalam sejarah Indonesia, banyak nilai yang dipetik olehnya sebagai refleksi diri.

Lelaki berdarah Aceh itu mengatakan para atlet yang merupakan penyandang disabilitas itu terbilang sangat mengagumkan. "Mereka tidak pernah menyerah dan selalu punya mimpi yang besar. Dua hal itu yang saya kira akan menjadi hal signifikan terkait apa yang kita bisa dapatkan untuk kehidupan kita sendiri," ujar laki-laki kelahiran Bogor, 25 Februari 1970, kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (24/9).

Farhan yang telah mempelajari atlet disabilitas Indonesia sejak 2016, menilai perjuangan para disabilitas itu menjadi atlet jelas tidak mudah.

"Begitu luar biasa. Kalau kita melihat atlet biasa saja bisa lari dan berenang cepat saja sudah kagum, ya ini yang dengan segala keterbatasan bisa berhasil menembus batas itu yang keren," sahut alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran itu.

Makan bareng
Kesibukannya kali ini di Inapgoc membuat Farhan teringat masa lalunya sekitar 15 tahun silam, saat dirinya bekerja di sebuah stasiun televisi swasta. Kala itu, jam kerja yang padat memaksanya harus pulang dini hari setiap hari.

Awalnya, keluarga sempat merasa khawatir dengan kesibukan baru Farhan itu. Namun, secara berangsur kekhawatiran itu surut. "Mereka khawatir karena sekarang saya kerja extra hour lagi. Tetapi, istri dan anak saya selalu mendukung dan selalu terbuka dan menyambut saya saat pulang," tutur ayah dari dua anak itu.

Dengan semua kesibukan itu, Farhan pun berupaya mengimbangi waktunya dengan keluarga. Mantan penyiar radio itu berusaha hadir saat acara makan bersama, kalau tidak ada acara keluar kota. "Setiap hari entah itu sarapan atau saat makan malam, minimal saya sama keluarga ada makan bareng."

Setelah Asian Para Games 2018, bakal caleg Partai NasDem dari daerah pemilihan I Jawa Barat (Kota Bandung dan Kota Cimahi) itu akan fokus pada agenda kampanye Pileg 2019 mendatang.

"Langsung mulai kampanye. Pengalaman khusus ya selama ini kalau jadi pembawa acara, saya hanya melihat dunia politik dari luar dan memandangnya dari persepsi saya sendiri, tetapi ketika menjadi politisi ternyata enggak semudah itu ya, dulu saya orang yang gemas sama politik dan sekarang saya membuat orang-orang gemas karena urusan politik," pungkasnya. (H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More