Israel Perintahkan Penghancuran Desa Palestina di Tepi Barat

Penulis: Arpan Rahman Pada: Selasa, 25 Sep 2018, 08:45 WIB Internasional
Israel Perintahkan Penghancuran Desa Palestina di Tepi Barat

AFP/AHMAD GHARABLI
Sejumlah aktivis tidur di kawasan Khan al-Ahmar memprotes rencana penggusuran desa yang dihuni warga Palestina itu oleh Israel.

ISRAEL mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga Palestina di Desa Bedouin, Khan al-Ahmar, Tepi Barat, Minggu (23/9).

Kantor berita The Jerusalem Post melaporkan polisi datang ke desa tersebut dan meminta semua warga untuk segera angkat kaki.

"Berdasarkan putusan Mahkamah Agung, penduduk Khan al-Ahmar harus sudah menghancurkan semua struktur di situs tersebut pada 1 Oktober 2018," kata Kantor Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel, seperti disitat dari UPI.

Administrasi Sipil di Tepi Barat mengatakan perintah ini hanya menyebutkan tanggal penghancuran struktur, yakni pada 1 Oktober. Sementara tanggal untuk evakuasi belum ditetapkan.

Sebagian penduduk Khan al-Ahmar mengaku berencana tetap tinggal meski sudah ada perintah dari pengadilan. Sebagian lainnya berencana mengikuti perintah evakuasi, namun akan kembali di masa mendatang.

Surat perintah evakuasi keluar setelah Israel menghancurkan lima trailer yang dijadikan tempat tinggal di dekat Khan al-Amar pada 13 September.

Kantor Koordinator Kegiatan Pemerintah menyebut perintah evakuasi sudah sesuai dengan peraturan dan hukum.

Mahkamah Agung Israel telah menolak banding atas penggusuran di desa tersebut pada awal September. Alhasil, pemerintah Israel pun diizinkan menghancurkan desa tersebut dan mengevakuasi sekitar 180 warga. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More