Kemkominfo Minta Platform Medsos Mencabut Video Penganiayaan Jakmania

Penulis: Micom Pada: Selasa, 25 Sep 2018, 06:10 WIB Sepak Bola
Kemkominfo Minta Platform Medsos Mencabut Video Penganiayaan Jakmania

ANTARA/Dedhez Anggara
Sejumlah pendukung klub sepak bola Persija melakukan ziarah ke makam Haringga Sirila di Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9). Haringga Sirila meninggal dunia akibat penganiayaan sejumlah pendukung klub sepak bola Persib pada laga lanjutan Liga 1 Minggu (23/

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) telah memerintahkan kepada seluruh platform media sosial--Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook--untuk mencabut video yang menampilkan aksi penganiayaan yang dilakukan sekelompok pendukung Persib Bandung terhadap seorang pendukung Persija (Jakmania). Hal itu karena konten tersebut dianggap sensitif.

"Sehubungan dengan beredarnya video yang menampilkan suasana kerusuhan sekelompok supporter Persib terhadap supporter Persija di sejumlah platform media sosial, Kementerian Kominfo meminta platform medsos untuk segera bertindak men-take down video tersebut agar tidak makin menyebar di kalangan netizen Indonesia," ungkap Kemenkominfo dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Selasa (25/9).

Permintaan pencabutan itu telah dikeluarkan Kemenkominfo sejak Senin (24/9) pukul 14.00 WIB.

"Biasanya akan membutuhkan beberapa jam bagi platform media sosial untuk mengeksekusi setiap permintaan take down konten dari Kementerian Kominfo. Jika konten yg diajukan tersebut juga melanggar ketentuan internal/komunitas platform, makin cepat konten tersebut di-take down," kata keterangan resmi yang dirilis Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu itu.

Kemenkominfo, lanjut Ferdinandus, mengimbau warganet Indonesia untuk tidak ikut-ikutan menyebar video tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

"Jika sudah terlanjut menerima kiriman video tersebut, jangan lagi mem-forward kepada orang lain," pinta Kemenkominfo. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More