Oposisi Umumkan Kemenangan

Penulis: (Ant/I-3) Pada: Selasa, 25 Sep 2018, 05:30 WIB Internasional
Oposisi Umumkan Kemenangan

AFP

PEMIMPIN oposisi Mala­dewa Ibrahim Mohamed Solih mengumumkan kemenangannya dalam pemilihan presiden yang digelar pada Minggu (23/9).

Kubu Solih menyatakan kandidat yang mereka usung menang  telak dengan selisih suara 16%. Hal itu di­sampaikan setelah sebanyak 92% suara selesai di­hi­tung.

Menurut laman berita Miha­aru, hasil hitungan sementara atas 446 dari 472 kotak suara pada pukul 19.43 GMT atau pukul 02.43 WIB, kemarin, menunjukkan kubu oposisi memimpin dengan selisih 16,6%.

Seperti diketahui, dalam pe­milihan presiden di Mala­dewa, Solih bertarung sengit melawan Presiden petahana Abdulla Yameen. Kedua kandidat presiden itu saling berebut simpati rakyat Maladewa untuk memenangi pemilihan presiden.

“Ini momen kebahagiaan dan harapan. Ini juga akhir perjalanan yang ditentukan di kotak suara karena memang masyarakat menghendaki hal itu,” kata Solih yang dikenal dengan sapaan Ibu kepada wartawan di Male, kemarin.

Di melanjutkan, pesan yang disampaikan hasil pemilihan presiden cukup keras dan jelas. Rakyat Maladewa, kata Solih, menginginkan perubahan, kedamaian, dan keadilan.

“Saya ingin menyeru kepa­da Presiden Yameen agar menerima keinginan rakyat dan bisa memulai peralihan kekuasaan dengan mulus sesuai dengan undang-undang dasar,” katanya.

Dalam menyambut kemenangan tersebut, ratusan orang yang diliputi kegembi­raan, berkumpul di sekitar mar­kas utama kampanye kubu oposisi di Kota Male. Me­reka meneriakkan “Ibu, Ibu, Ibu” dan meminta Presiden Yameen segera mengakui kekalahannya.

Di lain hal, sejumlah kalangan memperkirakan Yameen akan memperkuat cengkeraman kekuasaannya di tengah kecaman atas pelaksanaan pemilihan umum yang jujur di negara kepulau­an itu.  

Sebagai informasi, Malade­wa ialah negara yang mengandalkan sektor pariwisata dan terkenal sebagai destina si liburan berkelas dan mewah.

Sementara itu, saat pelaksanaan pemilihan presiden, panitia pemilihan di negara Samudra Hindia itu terpaksa memperpanjang durasi pemungutan suara selama tiga jam karena terjadi antrean panjang di tempat pemungutan suara.

Secara terpisah, pejabat da­ri Partai PPM yang mengusung Yameen mengatakan hasil penghitungan suara dari wilayah tempat tinggalnya memiliki kontribusi besar kepada petahana, tetapi belum disiarkan secara luas.

Tidak hanya itu, perwakilan media Yameen juga menolak menanggapi pernyataan Solih.

“Jika kami menang atau kalah, PPM telah berkomitmen untuk berani menerima keputusan rakyat Maladewa,” kata Ahmed Nihan, pemimpin partai berkuasa itu di akun  Twitternya.

Secara resmi, panitia pemilihan akan menyiarkan hasil penghitungan suara pada 30 September 2018, mengacu kepada undang-undang dasar negara itu. (Ant/I-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More