Ribuan Pelayat Padati Jalanan Kota

Penulis: (Ant/I-3) Pada: Selasa, 25 Sep 2018, 04:45 WIB Internasional
Ribuan Pelayat Padati Jalanan Kota

ATTA KENARE / AFP

RIBUAN orang memadati ja­lan Kota Ahvaz, Iran barat da­ya, kemarin, untuk melayat korban pada serangan yang menyasar barisan tentara. In­siden mematikan itu mene­waskan 25 orang, termasuk 12 anggota pasukan khusus Pengawal Revolusi.

Serangan pada Sabtu (22/9) itu merupakan salah satu yang terburuk yang dialami pasukan terkuat tentara Republik Islam Iran. Hal itu se­kaligus memukul lembaga keamanan Iran di saat Amerika Serikat dan sekutu Teluk-nya berusaha mengucilkan Teheran.

Pemerintah Iran menyatakan Senin (24/9) menjadi hari berkabung negara. Kantor, bank, sekolah, dan universitas negeri di Provinsi Khuzestan diliburkan. Seperti diketahui, dalam insiden itu, empat penyerang ditembak di area menonton di Ahvaz, tempat pejabat Iran berkumpul me­nyak­sikan acara tahunan yang menandai awal perang Republik Islam melawan Irak pada 1990-1988.

Sementara itu, Kantor Berita Negara Islam (Islamic State/IS) Amaq menayangkan video tiga pria dalam sebuah kenda­raan yang disebut mereka da­lam perjalanan melakukan serangan biadab tersebut.

Seorang pria mengenakan topi bisbol dengan lambang Pengawal Revolusi membahas serangan tersebut dalam bahasa Farsi.

“Kami muslim, mereka kafir. Kami akan menghancurkan mereka dengan serangan kuat dan bergaya gerilya, in­sya Allah.” (Ant/I-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More