Telah Langganan Harumkan Indonesia

Penulis: FR/R-3) Pada: Selasa, 25 Sep 2018, 02:45 WIB Sepak Bola
Telah Langganan Harumkan Indonesia

MI/Ferdinand

CABANG olahraga atletik telah akrab dengan kehidupan Nanda Mei Sholihah. Bisa dikatakan atletik sudah menjadi bagian hidup dari gadis berusia 19 tahun tersebut.

Bahkan, sejak masih duduk di taman kanak-kakak, gadis kelahiran Kediri, Jawa Timur, telah mengenal olahraga yang dikenal sebagai induk dari segala olahraga tersebut.  

“Mungkin karena saya orangnya tidak bisa diam. Jadi, sering diajak ikut lomba lari,” kata Nanda saat ditemui di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (24/9).

Kecintaan Nanda terhadap atletik telah membuahkan hasil. Gadis yang terlahir dengan kondisi tangan kanan tidak sempurna itu kerap mencatatkan kemenangan di setiap lomba lari yang diikutinya.

Bakat itu semakin terlihat ketika Nanda yang masih duduk di kelas enam SD menjuarai nomor lari 100 meter Kejuaraan Daerah Wali Kota Cup 2010. Dengan prestasinya, Nanda pun dilirik pengurus National Paralympic Committee (NPC) Kota Kediri.

Sejak bergabung dengan NPC, bakat Nanda kian terasah. Bahkan, prestasinya bukan hanya level nasional, melainkan menembus level internasional. Pada ASEAN Youth Para Games 2013, Nanda menjadi sprinter disabilitas muda tercepat tingkat Asia Tenggara dengan menyabet medali emas.  

Tak sampai di situ, saat berlaga di ASEAN Para Games 2014, Nanda sukses membawa pulang medali perak dan perunggu. Setahun kemudian, di ASEAN Para Games 2015, dia bahkan sukses memborong tiga medali emas.

Nanda pun menjadi atlet andalan Indonesia yang langganan meraih medali emas. Di ASEAN Para Games 2017, dia berhasil kembali menyumbang tiga medali emas kepada kontingen Indonesia.  

Kini, gadis yang telah berulang kali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional tersebut telah menjadi mahasiswa semester pertama di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Sosioantropologi Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

Bersamaan dengan Jakarta, Indonesia, ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018, Nanda kembali dipercaya untuk berjuang membawa ‘Merah Putih’.

Pada APG ketiga kali ini, Nanda akan berlaga untuk dua nomor, yakni lari 100 meter dan lompat jauh. Namun, dia mengakui berlaga di event olahraga disabilitas level Asia  merupakan pengalaman baru.

“Ini pengalaman baru. Seperti halnya lompat jauh, yang juga pertama kalinya untuk saya,” ucap Nanda.

Namun, dia tetap optimistis bisa menyumbang medali untuk Indonesia. Optimisme itu tak lepas dari persiapannya yang optimal. (FR/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More