Penerimaan Negara dari Minerba telah Lebihi Target 2018

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 18:10 WIB Ekonomi
Penerimaan Negara dari Minerba telah Lebihi Target 2018

MI/RAMDANI

SUBSEKTOR mineral dan batubara (minerba) menjadi kontributor utama dalam rangka meningkatkan penerimaan negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tercatat, PNBP minerba sudah mencapai angka Rp32,2 triliun meski baru memasuki bulan September 2018.

"Jadi kalau kami lihat target di 2018, sebetulnya sampai 31 Agustus sudah mencapai 100 % lebih atau sekitar 101 % yaitu seharusnya target APBN Rp 32,09 triliun tapi sampai 31 Agustus sudah Rp32,2 triliun," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot dalam keterangan pers, Minggu (23/9)

Ia menjelaskan kenaikan PNBP hingga akhir Agustus 2018 sudah lebih dari 100% dari target yang ditetapkan. Penyebabnya, hal itu karena peningkatan pengawasan, kepatuhan perusahaan melunasi tunggakan dan harga komoditas batubara itu sendiri.

Bambang mengatakan Kementerian ESDM telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor tambang. Di antaranya dengan meminta pembayaran di muka dan mengurangi biaya yang sekiranya berpotensi memangkas penerimaan negara.

"Kami juga lakukan kegiatan yang terus-menerus kami tingkatkan dengan sinergi dengan instansi terkait dalam hal ekspor, serta melakukan intensifaksi dan inventarisasi peningkatan penagihan terutama yang masih ada tunggakan sekitar satu triliun," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki sistem administrasi dengan menetapkan PNBP elektronik. Pada tahun 2019, Pemerintah mencanangkan target PNBP minerba sebesar Rp 41,82 triliun, dengan rincian PNBP sumber daya alam (SDA) minerba sebesar Rp 24,12 triliun dan hasil penjualan hasil pertambangan sebesar Rp17,69 triliun.

"Besaran target ini diakibatkan atas perubahan asumsi kurs yang lebih besar. Sebelumnya, pemerintah memproyeksikan rupiah berada di level Rp14.400 per dolar Amerika Serikat (USD), namun kemudian disepakati menjadi Rp14.500 per USD,"ungkapnya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan juga mengungkapkan meningkatkannya penerimaan negara di sektor minerba diakibatkan karena tingginya harga komoditas minerba. "Mayoritas kebanyakan akibat peningkatan harga komiditi, terutama minyak. Minerba juga naik banyak," tegasnya. (X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More