Tenaga Kerja Melek Teknologi, Ekonomi Dijamin Tumbuh 7%

Penulis: Gana Buana Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 18:00 WIB Ekonomi
Tenaga Kerja Melek Teknologi, Ekonomi Dijamin Tumbuh 7%

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

PEMERINTAH tengah berupaya mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor industri agar melek teknologi. Sebab, apabila seluruh tenaga kerja di sektor industri sudah melek Teknologi, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7% pada 2030 dengan didorong oleh implementasi industri 4.0.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, jumlah tenaga kerja manufaktur lebih dari 17 juta orang atau berkontribusi 14,05% terhadap seluruh pekerja di ranah ekonomi. Untuk itu, pihaknya telah membuat program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK.

“Jadi, melalui program itu, lulusan SMK bisa langsung kerja sesuai kebutuhan era sekarang,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (23/9).

Menurut Airlangga, dua tahun terakhir ini pemerintah telah memperkenalkan kembali pendidikan vokasi yang sebelumnya dianggap tidak setara dengan SMA. Pelaksanaan pendidikan vokasi tersebut sudah menjangkau Pulau Jawa sampai Sumatra, dan akan dilanjutkan ke wilayah lainnya di seluruh Indonesia. 

Dari program ini, Kementerian Perindustrian mampu melibatkan sebanyak 618 perusahaan dengan menggandeng hingga 1.735 SMK.

Airlangga menyampaikan, seiring bergulirnya revolusi industri 4.0, pihaknya juga menjalin kolaborasi dengan Swiss guna menggelar program bertajuk Skill for Competitiveness (S4C), sebagai upaya pengembangan mutu politeknik di lingkungan Kemenperin.

“Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan para mahasiswa agar siap menghadapi era digital. Misalnya melalui pendidikan koding atau artificial intelligence,” tuturnya.

Ia meyakini, SDM terampil menjadi kunci penerapan industri 4.0. Apalagi Indonesia sedang menikmati bonus demografi hingga 10 tahun ke depan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, aspirasi besar yang akan diwujudkan adalah Indonesia masuk dalam jajaran negara 10 ekonomi terbesar di dunia tahun 2030. Ini yang juga akan menciptakan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

Airlangga menambahkan, partisipasi dan produktivitas tenaga kerja industri mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, diperlukan penguasaan teknologi digital guna menghasilkan inovasi sehingga bisa berdaya saing tinggi.

“Saat ini, di Indonesia, partisipasi tenaga kerja berada di tingkat 70%, kemudian tingkat pengangguran berada di level terendah sepanjang masa, yaitu sekitar 5,13%. Selain itu, angka kemiskinan berada pada 9,8%, terendah dalam dua dekade terakhir,” tandas dia. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More