31 Negara Meriahkan Bromo Marathon 2018

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 17:15 WIB Olahraga
31 Negara Meriahkan Bromo Marathon 2018

ANTARA FOTO/Irfan Anshori

SEBANYAK 1.320 pelari dari 31 negara meriahkan Bromo Marathon 2018. Mereka antusias menjajal jalur melintasi pemukiman dan pegunungan sekitar Gunung Bromo, di Desa Tosari, Kecamatan Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (23/9).

Para peserta dari 31 negara itu, tidak hanya lelaki dan perempuan, juga terdapat anak-anak yang ikut ambil bagian 3 kategori kelas lari yang dilombakan.

Di antaranya kategori full marathon atau kelas marathon 42 kilometer, half marathon atau kelas marathon 21 kilometer, dan Bromo 10 K atau kelas marathon 10 kilometer.

Panitia Pelaksana Bromo Marathon, Sutiyono, mengatakan peserta mengintari beberapa desa di sepanjang pegunungan Tengger dengan sajian panorama yang indah, tentunya, pemandangan hamparan pasir dan lansekap gunung Bromo.

"Setelah start di Teras Bromo, mereka akan memasuki trek lahan pertanian mulai dari sedikit mendaki ke atas sampai ke Desa Kandangan," katanya.

Secara keseluruhan rute yang dilalui pelari, perpaduan antara jalan beraspal dan jalur gunung setapak di sepanjang perbukitan berketinggian bervariasi mulai dari 1.400-2.400 meter.

Pada kategori half marathon, pelari akan menempuh jarak 21.097 km dengan rute jalan beraspal dan separuh jalur tanah, di mana bukit berketinggian antara 1.900-2.400 meter.

Adapun untuk Bromo 10K, pelari tetap bisa menikmati lasekap pemandangan beberapa bukit di sepanjang jalan dengan ketinggian bervariasi dari 1.700-1.975 meter.

Sutiyono menegaskan, setiap tahun trek yang dilalui peserta berubah-berubah. Oleh karena itu, pengalaman berbeda pasti akan dirasakan peserta dari tahun ke tahun.

"Rutenya tidak tetap, kita rubah setiap tahunnya. Sehingga mereka akan selalu tertarik datang," terangnya.

Tak dimungkiri, para peserta dari berbagai negara tetap antusias mengikuti event Marathon Bromo. Katanya, selain rute yang berubah tentunya safety yang sangat diperhatikan panitia juga menjadi pertimbangan lainnya

"Petugas Marshall kita tempatkan di rute yang rawan. Begitu juga beberapa titik yang ekstrem dipantau terus," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More