Banyak Gedung dan Pemukiman di Karawang tak Punya Sistem Antisipasi Kebakaran

Penulis: Cikwan Suwandi Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 16:45 WIB Nusantara
Banyak Gedung dan Pemukiman di Karawang tak Punya Sistem Antisipasi Kebakaran

ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyangkan banyak gedung serta komplek perukoan dan pemukiman di Karawang yang tidak memiliki sistem antisipasi kebakaran.

Menurut Sekretaris BPBD Karawang, Supriatna, saat ini pihaknya tengah melakukan sosilisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 Tahun 2015 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran.

Supriatna mengakui saat ini sistem antisipasi kebakaran di Karawang masih sangat lemah. Terlihat dari banyaknya gedung serta komplek perukoan yang belum menyediakan sistem tersebut.

Padahal dalam Perda itu sudah sangat jelas setiap bangunan yang tidak memiliki sistem antisipasi pemadam kebakaran dapat dikenakan sanksi pencabutan izin bahkan denda hingga Rp50 juta.

"Kita akan sosilisasikan hal ini dalam waktu dekat kepada masyarakat," kata Supriatna kepada Media Indonesia, Minggu (23/9).

Ia menjelaskan seperti di wilayah gedung, perukoan dan pemukiman perumahan. Banyak mereka yang lalai untuk menyediakan hydran atau alat pemadam kebakaran (Apar) sederhana.

"Bahaya kebakaran bisa saja terjadi. Antisipasi ini perlu dilakukan di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia mengakui tim unit pemadam kebakaran (Damkar) di Karawang, masih belum optimal dalam unit peralatan damkar dan personel saat ini.

"Mobil damkar di kita masih terbatas, serta personel juga masih sangat kurang untuk mencakup seluru kecamatan," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More