Enam Rumah Warga di Desa Cimanggu Rusak Diterjang Puting Beliung

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 16:15 WIB Nusantara
Enam Rumah Warga di Desa Cimanggu Rusak Diterjang Puting Beliung

ANTARA FOTO/Budiyanto

SEBANYAK enam rumah warga di tiga kampung di Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak diterjang puting beliung bersamaan hujan deras, Sabtu (22/9) malam. Dua unit rumah di antaranya rusak sedang dan empat unit rumah lainnya rusak ringan.

"Hasil assesment kami di lapangan, hingga hari ini (kemarin), jumlah rumah yang rusak sebanyak enam unit. Tiga unit rumah permanen dan tiga unit lainnya semipermanen," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Minggu (23/9).

Berdasarkan pendataan di lapangan, enam rumah yang rusak diterjang puting beliung berada di Kampung Cibarengkok RT 004/010, Kampung Kebonwaru RT 003/002, dan Kampung Gununggeulis RT 01/10. Dari enam rumah itu, dua unit di antaranya tertimpa pohon tumbang.

"Pemilik rumah yang kondisinya rusak sedang mengungsi sementara ke saudaranya. Jumlah penghuni dari enam rumah itu sebanyak 15 kepala keluarga. Tidak ada korban jiwa ataupun meninggal dunia," jelasnya.

Taksiran kerugian masih dalam penghitungan, sedangkan taksiran kerusakan sekitar Rp50 juta.

"Kami akan menyalurkan bantuan material bangunan," kata dia.

Penanganan sementara dilakukan dengan memotong pohon tumbang. Penanganan dilakukan dengan cara gotong royong melibatkan masyarakat dan elemen pemerintahan desa setempat.

"Kami juga membersihkan puing material bangunan rumah," ujarnya.

Mengacu prediksi, lanjut Eka, sebetulnya saat ini masih memasuki kemarau. Pemkab Sukabumi masih menetapkan status siaga kedaruratan kekeringan hingga 31 Oktober nanti.

"Status siaga darurat kekeringan masih diberlakukan hingga 31 Oktober nanti. Jadi sampai sekarang masih memasuki kekeringan," ungkap Eka.

Namun Eka mengimbau masyarakat waspada dengan kondisi cuaca ekstrem. Pasalnya, kemarau sekarang kerap dibarengi dengan hujan berintensitas tinggi.

"Kami juga selalu stand by menyiapkan personel di lapangan," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More