SBY Ngambek dan Walkout di Acara Deklarasi Kampanye Damai

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 10:34 WIB Politik dan Hukum
SBY Ngambek dan Walkout di Acara Deklarasi Kampanye Damai

MI/PIUS ERLANGGA

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan untuk tidak mengikuti karnaval kampanye damai hingga selasai

Walkout-nya SBY lantaran kecewa dengan beberapa pendukung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin yang membawa alat peraga kampanye selain bendera partai

Awalnya SBY hadir sejak awal acara sekitar pukul 07.00 WIB. SBY juga bahkan sempat mengikuti karnaval dengan menaiki mobil golf bersama Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Sekjen PAN, Eddy Soeparno serta Agus Harimurti Yudhoyono.

Namun saat iring-iringan karnaval kembali ke panggung SBY sudah tidak tampak lagi.

“Partai Demokrat juga Pak SBY protes keras terhadap KPU dalam rangka deklarasi ini. Tadi teman-teman melihat pak SBY hadir tapi baru kira-kira lima menit tadi ikut, beliau turun dan walkout meninggalkan barisan karena melihat banyak sekali aturan main yang tak disepakati awalnya,” kata Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.

Menurutnya, KPU dalam imbauannya di acara deklarasi damai itu peserta diwajibakan mengenalkan pakaian adat dan tidak membawa atribut partai.

“Pak SBY berpesan kepada saya saudara sekjen pimpin sampai selesai. Beliau walkout, saya pimpin sampi selesai. Karena itu saya akan terus sampaikan ini langsung ke KPU dan Bawaslu itu protes kami,” jelasnya. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More