Bersama Ciptakan Kampanye Damai

Penulis: Nurjiyanto Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 06:30 WIB Politik dan Hukum
Bersama Ciptakan Kampanye Damai

ANTARA/PUSPA PERWITASARI

MASA kampanye untuk Pemilu 2019 akan dimulai dengan ditandai deklarasi kampanye damai di Silang Monas, hari ini. Para peserta, termasuk kedua kubu calon presiden dan calon wakil presiden, pun siap mengedepankan kedamaian.

Komitmen untuk menciptakan pemilu yang damai sudah diserukan oleh Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno seusai pengundian nomor urut, Jumat (21/9) malam. Tim kampanye kedua pasangan juga telah menegaskan komitmen serupa.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, mengatakan pihaknya akan mengutamakan kesejukan. Dia menekankan pemilu ialah pesta rakyat yang seharusnya tidak membuat masyarakat malah gelisah.

“Kami satu kata dan perbuatan, kami berkomitmen untuk berkampanye dengan mengedepankan gagasan, seperti yang Pak Jokowi katakan semalam,’’ ujar Hasto di Kantor KPU, Jakarta, kemarin, untuk menyerahkan laporan rekening khusus dana kampanye pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan saldo awal Rp11,9 miliar.

Dia menambahkan, akan ada sanksi bagi anggota TKN yang menyimpang dari komitmen kampanye damai. “Mandat yang kami terima menjaga disiplin dari seluruh tim kampanye agar semua menyaran­kan hal positif,’’ tutur Hasto tanpa menyebutkan jenis sanksi yang disiapkan.

Senada, juru bicara koalisi pengu­sung Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menekankan pentingnya kampanye dan pemilu damai tanpa kebohong­an dan ujaran kebencian.

‘’Kami berkomitmen menciptakan kampanye yang damai dengan fokus mendulang suara lewat pendekatan dan sosialisasi visi-misi kepada masyarakat. Kami tidak akan bermain di tataran hoaks, fitnah, dan isu SARA,” ujar Andre.

Sebagai wujud komitmen itu, pasangan nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf dan nomor urut 2 Prabowo-Sandi akan hadir dalam Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 bertajuk Kampanye Antipolitisasi SARA, Hoaks, dan Politik Uang. Prosesi juga akan diikuti para ketua umum parpol hingga calon anggota DPD yang berkontestasi di Pemilu 2019.

Kewajiban semua pihak
Tak cuma peserta, kampanye dan pemilu damai juga butuh peran semua pihak. Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Budi Setiawan menegaskan seluruh komponen bangsa harus ambil bagian untuk menangkal serangan hoaks dan ujaran kebencian yang bisa mengganggu pesta demokrasi.

Menurutnya, peredaran berita bohong di dunia maya cukup masif, yakni sekitar 3.500 kasus/hari. Dia tidak menampik anggapan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku belum maksimal. 

“Soal pelaku, kami tidak meng­hen­daki sebanyak-banyaknya yang kami tangkap dan proses. Kami melakukan sosialisasi. Kita harus antisipasi bersama fenomena hoaks ini,’’ terang Budi dalam diskusi di Jakarta, kemarin.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan harapan publik agar pemerintah bisa mem­ve­rifikasi akun media sosial sulit direalisasikan. Itu lantaran internet be­kerja dengan prinsip anonim atau siapa saja bisa menjadi siapa saja.

Ia menyebutkan pengguna internet di Indonesia per Januari 2018 mencapai 145 juta orang atau 55% dari jumlah penduduk. Kemudah­an menyiarkan informasi itu kerap dimanfaatkan pihak yang tak bertanggung jawab, publik yang minim literasi pun gampang terhasut dan menduplikasi berita sesat. “Perlu disosialisasikan untuk berpikir kritis. Ingat, harus hati-hati menyebarkan berita hoaks karena bisa dilacak, bisa ditangkap.’’

Menurut Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, siklus pemilu hingga pemungutan suara hanya 6 bulan 20 hari. Namun, masalah menjadi rumit karena res­pons publik terhadap hoaks dan ujaran kebencian justru melampaui siklus itu.

“Itulah yang kemudian efek jera tidak timbul, selain penegakan hukum itu tidak terinformasi kepada publik. Apa sih tindakan negara terhadap orang yang menyebar informasi tersebut? Intinya respons tegas kepada pelaku harus dilakukan dengan cepat,” katanya.

Titi berharap tiap kubu berani menghukum tim kampanye yang terbukti melanggar. Janji atau seruan untuk mengedepankan kampanye sejuk tanpa tindakan tegas jangan sampai dicap sebagai isapan jempol. (Gol/Pro/Nic/Wan/*/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More