Jateng 70% dan DIY 71% Target Suara Jokowi-Ma’ruf

Penulis: MI Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 05:30 WIB Politik dan Hukum
Jateng 70% dan DIY 71% Target Suara Jokowi-Ma’ruf

MI/Ramdani

POLITIKUS PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyiapkan strategi khusus untuk pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah ini mengaku siap turun langsung sebagai juru kampanye.

“Sudah siap, pendukung relawan sekarang sudah siap-siap semuanya,” ucap Ganjar ditemui di acara reuni Alumni UGM di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, kemarin.

Ganjar tak mau membocorkan jurus yang bakal digunakan. Dia meyakini para relawan tak sabar melakukan gerilya kampanye di Pemilu 2019 yang bakal dimulai 23 September 2018.

“Strategi diomongin nanti bocor, pokoknya sudah siap, Jawa Tengah siapnya pol-pol-an,” ungkapnya.

Target kampanye di Jateng untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf dinilai bakal menyasar kelompok masyarakat yang belum menentukan pilihan. Tugas itu diklaim cukup mudah lantaran hanya menyasar 30% dari masyarakat di Jateng. “Teman-teman saya tanya dan 70% (sudah mendukung Jokowi-Ma’ruf). Namanya ikhtiar sambil berdoa, ini dukungan dari orang-orang Jawa Tengah,” bebernya.

Terkait dengan kegiatan kampanye, Ganjar mengaku akan membagi porsi sesuai ketentuan KPU dengan posisi­nya sebagai Gubernur Jateng. Ia hanya akan berkampanye saat dinyatakan status cuti atau pada hari libur.

“Kampanye seminggu sekali tidak menghambat kinerja. Kita cuti dan masih meres­pons seluruh pertanyaan masyarakat, tenang saja.’’

Di Yogyakarta, Ketua DPD PDIP Bambang Praswanto optimistis pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan mendapatkan 71% suara dalam Pilpres 2019. ‘’Ini sedikit di atas target nasional 70%,’’ katanya.

Di sela-sela Rakorda PDI Per­juangan DIY di sebuah hotel di Jalan Magelang, Yog-yakarta itu, Bambang menambahkan ada sejumlah hal yang menyebabkan PDI Perjuang-an optimistis dapat meraih 1% lebih tinggi ketimbang target nasional (70%).

Menurutnya, jika dibandingkan dengan Pilpres 2014 lalu, kenaikannya cukup tinggi. Ia mengemukakan, pada 2014 lalu saat Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla, perolehan pasangan ini di DIY hanya sekitar 53% ‘’Jadi memang melonjak tinggi,’’ ujarnya.

Ia menyebutkan, pada 2014 lalu, Jokowi merupakan orang baru di perpolitikan nasional dan kiprahnya baru muncul saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, ujarnya, keberhasilannya di tingkat nasional juga belum diketahui. ‘’Ini berbeda dengan yang sekarang,’’ katanya.

Di Jawa Timur, Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa meski tidak masuk dalam tim kampanye daerah, menjanjikan suara Muslimat NU akan 100% masuk ke Jo-kowi-Ma’ruf Amin.

Saat memenangi Gubernur Jatim, Khofifah juga didukung oleh Muslimat NU.  (AU/Ant/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More