Jokowi Tegaskan GWK Mahakarya Anak Bangsa

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Sabtu, 22 Sep 2018, 20:35 WIB Nusantara
Jokowi Tegaskan GWK Mahakarya Anak Bangsa

ANTARA/Wira Suryantala

PRESIDEN RI Joko Widodo mengatakan, Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) merupakan mahakarya anak bangsa.

"Pada malam hari ini saya sangat senang bersama bapa ibu saudara-saudari sekalian menyaksikan maha karya anak bangsa Patung GWK," ujar Jokow disambut tepuk tangan meriah sekitar 2 ribu undangan yang hadir, Sabtu (22/9) malam.

Menurut Jokowi, disebut mahakarya karena Patung GWK merupakan patung tembaga terbesar dunia, GWK adalah patung tertinggi nomor 3 dunia.

"Tadi saya mendapat penjelasan bahwa Patung GWK lebih tinggi dari Patung Liberty di Amerika," ujarnya.

Jokowi menegaskan, selesainya mahakarya ini bukan hanya membanggakan masyarakat Bali, tetapi juga membanggakan masyarakat Indonesia.

Pasalnya, hal ini membuktikan bahwa sebagai bangsa besar, Indonesia bukan hanya mewarisi karya-karya besar dari peradaban masa lalu, yang sangat indah, yang mengagumkan dunia seperti Borobudur, Prambanan, tetapi di era kekinian, bangsa kita juga bisa berkarya, berkreasi, untuk membangun sebuah peradaban untuk melahirkan mahakarya yang baru yang juga membanggakan kita semua, yang diakui dan dikagumi dunia.

Di Bali, kemegahan patung ini, ada satu hal yang membanggakan dan menginspirasi semua orang, yakni karya besar dimulai dari keberanian untuk mempunyai gagasan-gagasan, keberanian untuk memiliki mimpi besar, melakukan lompatan-lompatan besar.

Tanpa keberanian sulit lahir karya besar, karya besar itu bukan hanya menjadi ikon pariwisata Indonesia atau Bali, tetapi mempunyai tapak sejarah, bahwa bangsa kita akan memulai karya besar tanpa ide besar. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More