Waktu yang Terdiam di Jatigede

Penulis: MI/Ramdani Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 06:00 WIB Weekend
Waktu yang Terdiam di Jatigede

MI/Ramdani

SESEKALI Aisyah tersenyum. Namun, sebentar kemudian matanya berkaca-kaca. Gadis 17 tahun sedang menatap penggal kehidupannya yang mencuat kembali dari dasar Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat.

Rumahnya yang semula terendam, kini, nyata bisa ia sentuh lagi. Meski telah tiga tahun terendam, cat di rumah saat ia menjalani masa kecil hingga remaja itu tampak hanya sedikit pudar.

Begitu juga dengan batang pohon di muka rumah. Pohon yang ditanam sang ayah tidak lama setelah Aisyah lahir itu juga seperti tidak rela menyerah ditelan air Jatigede. Ia tetap bertahan meski kini hanya tersisa batangnya.

Kehidupan yang seolah berhenti itulah yang membuat batin Aisyah campur aduk. "Andai kami masih bisa tinggal," katanya kemudian.

Harapan Aisyah memang mustahil jadi nyata. Rumah dan desa lamanya hanya sementara ini bisa ia singgahi lagi sebagai imbas kekeringan yang melanda wilayah itu.

Menyusutnya air dari Sungai Cimanuk membuat muka air Waduk Jatigede turun drastis. Maka dari itu, 28 desa yang telah tenggelam pun muncul lagi.

Selain Aisyah, ada banyak warga lainnya yang juga memanfaatkan waktu bernostalgia. Mereka mengunjungi lagi rumah lama dan mengingat lagi masa-masa bahagia yang lalu.

Meski tanah retak karena kekeringan dan suasana kerontang meliputi sekitar, kehidupan di dasar waduk itu memang seperti terabadikan. Beberapa perabot dan furnitur masih bertahan cukup baik hingga seperti belum lama ditinggal pemiliknya.

Pemandangan inilah yang mengingatkan lagi banyaknya pengorbanan demi proyek yang merupakan bagian dari program suplai listrik bagi wilayah Jawa Barat itu. Harga mahal memang konsekuensi yang tidak bisa dihindari dari pembangunan dan perubahan zaman. (M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More