Mangkrak 20 Tahun, Hari ini Jokowi Resmikan Patung Tertinggi Ketiga Dunia

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Sabtu, 22 Sep 2018, 13:15 WIB Nusantara
Mangkrak 20 Tahun, Hari ini Jokowi Resmikan Patung Tertinggi Ketiga Dunia

ANTARA FOTO/Wira Suryantala
Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali

PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo secara meresmikan patung tertinggi di dunia yakni Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) melalui penandatanganan prasasti dan penekanan sirine. 

Peresmian tersebut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya, Gubernur Provinsi Bali, I Wayan  Koster, Presiden Komisaris PT Garuda Adhimatra Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, serta Presiden Komisaris Alam Sutera Group Haryanto Tirtohadiguno di Bukit Ungasan, Badung, Bali, Sabtu (22/9). 

Peresmian patung GWK menjadi acara puncak yang menandai selesainya pembangunan GWK. Acara yang diselenggarakan pemilik dan pengelola GWK Cultural Park, PT Alam Sutera Realty Tbk (Alam Sutera), mengangkat tema “Merajut Indonesia Esa” dengan menampilkan pertunjukan kesenian tarian daerah yang dibawakan 300 penari. 

Tampil juga Bumi Gamelan Orchestra pimpinan I Wayan Balawan, maestro gitar dan musik etnik asal Bali. Kemeriahan dan kemegahan acara peresmian makin semarak dengan  penampilan Putri Ayu, Duta Cinta, pertunjukan laser dan kembang api serta video mapping yang dikemas dengan tajuk “Kemilau Indonesia” pada malam harinya. 

“Saya berharap patung Garuda Wisnu Kencana ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan menjadi salah satu ikon seni kebanggaan bangsa Indonesia yang memberikan dampak positif di segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, serta turut memberikan konstribusi dalam meningkatkan sosial-ekonomi masyarakat Bali pada khususnya,” ujar Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma.

Kemeriahan dan kemegahan acara puncak peresmian Patung GWK menjadi tanda kesiapan kawasan GWK Cultural Park yang diproyeksikan Alam Sutera untuk menjadi tempat penyelenggaraan multi event berskala internasional.

Pengelola kawasan GWK, Alam Sutera berkomitmen akan mengembangkan GWK Cultural Park, kawasan taman budaya yang berdiri di atas lahan  seluas total 60 hektar ini. Selain sebagai destinasi wisata dengan Patung GWK-nya, juga sebagai wadah ekspresi budaya melalui beragam pertunjukan, baik yang digelar di indoor maupun outdoor. 

GWK Cultural Park dirancang secara komprehensif dan direncanakan akan dilengkapi berbagai fasilitas pariwisata, pusat budaya, taman, balai pertemuan, restoran, hotel dan area parkir yang dapat diakses banyak orang pada setiap waktu. 

Patung Garuda Wisnu Kencana yang merupakan sebuah ikon budaya bangsa telah selesai. Patung ini menjadi patung terbesar di dunia dan tertinggi ketiga di dunia hingga saat ini. Keseluruhan Patung GWK menjulang dengan total ketinggaian 121 meter, berdiri di atas sebuah bangunan pedestal setinggi 46 meter. Dengan bentang sayap mencapai lebar 64 meter, ikon landmark termegah di Bali ini berdiri gagah di puncak bukit Ungasan, di dalam kawasan GWK Cultural Park.

Proyeksi GWK untuk menjadi daya tarik wisata budaya yang besar, membuatnya harus dirancang dengan teliti dan memenuhi standar pelayanan publik. Beragam solusi rekayasa diaplikasikan dalam GWK. 

Strukturnya dibuat tahan gempa, fisiknya mampu menahan hembusan angin kuat, dan GWK sebagai bangunan tinggi menangkal petir dengan sekaligus berfungsi sebagai sangkar Faraday, dimana semua listrik akan diserap oleh kulit patung yang terbuat dari tembaga dan kuningan. 

Berbagai uji teknis dilakukan agar patung GWK dapat berdiri kokoh mulai dari pemeriksaan struktur dan jenis tanah pada lokasi patung dibangun, yang kemudian ditemukan adanya rongga-rongga dalam tanah. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penyuntikan semen ke rongga-rongga tanah tersebut hingga mencapai kedalaman 10 meter. 

Pondasi beton pun dibuat dengan ketebalan hingga 2,2 meter untuk dapat menahan beban sebesar 3.000 ton. Mengingat pondasi yang cukup tebal serta suhu di lokasi pengecoran yang terus meningkat yang dapat menyebabkan timbulnya retakan (crack), maka ditambahkan 43.024 balok es untuk menetralkan suhu beton pada saat pengecoran. 

Beban patung tidak dibiarkan berada pada platform dari bangunan penyangga. Seluruh beratnya disalurkan melalui konstruksi core atau inti pada beton bertulang di pedestal yang berukuran 30 x 30 meter dengan ketebalan dinding inti atau shear wall mencapai 50 sentimeter. 

Inti ini mencapai ketinggian tertentu untuk dipadukan dengan konstruksi baja. Dengan baja yang bersifat lebih lentur maka keseluruhan konstruksi tidak akan bergoyang bila mendapat dorongan angin atau gempa. Kombinasi ini membuat patung menjadi cukup rigid atau kaku, namun dengan sedikit sekali kemungkinan terjadinya  fatique logam atau kelelahan akibat struktur yang terlalu sering bergerak.

Rincian detil ikonografi Bali dan bentuknya yang rumit menjadikan GWK sebagai salah satu patung paling kompleks di dunia, terlebih dengan prinsipnya yang terbuka dan dapat diakses khalayak ramai.

Patung GWK tidak hanya menjadi patung yang dikunjungi orang karena nilai simbolnya, melainkan juga dirancang dalam satu kompleks dan ditopang dengan berbagai fasilitas pariwisata-pusat budaya, taman, restoran, serta area parkir luas yang dapat diakses banyak orang pada setiap waktu.

Tinggi keseluruhan patung adalah 121 meter terdiri dari patung GWK setinggi 75 meter yang berdiri di atas pedestal setinggi 46 meter. Patung GWK terletak 264 meter di atas permukaan laut dan merupakan patung tertinggi ke tiga di dunia (per Agustus 2018). 

Pembangunan patung tercepat di dunia, dengan tidak ada kecelakaan fatal selama proses pengerjaan patung, melibatkan lebih dari seribu pekerja dalam proses pembangunan patung. Periode konstruksi dimulai Agustus 2013 – Juli 2018, material kulit patung adalah campuran tembaga dan kuningan. Warna hijau pada kulit patung merupakan hasil oksidasi dari patina.

Jumlah modul patung 754 modul, struktur baja 2.000 ton dengan berat kulit patung 900 ton. Jumlah batang baja yang terpakai 21.000 batang yang menghabiskan 170.000 buah baut. Patung dirancang untuk masa bangunan selama 100 tahun dengan kapasitas ketahanan angin 2,5  kPa. Uji teknis wind tunnel dilakukan di Australia dan Kanada. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More