Gabungan 1.064 Advokat Desak Pengacara Rizal Ramli Disidang Etik

Penulis: Lina Herlina Pada: Sabtu, 22 Sep 2018, 13:06 WIB Politik dan Hukum
Gabungan 1.064 Advokat Desak Pengacara Rizal Ramli Disidang Etik

MI/M. Irfan

SEBANYAK 1.064 advokat dari seluruh Indonesia, mengeluarkan pernyataan sikap, agar dewan kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), memeriksa pengacara mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, yaitu Otto Hasibuan.

Alasannya, karena Otto Hasibuan selaku personal pengacara, menggunakan organisasi Peradi pimpinan Fauzie Yusuf Hasibuan, untuk kepentingan perkara pribadinya.

"Kami ingin melihat organisasi menjalankan fungsinya memeriksa Otto Hasibuan. Ini harus diproses dewan kehormatan advokat Indonesia. Apapun mekanisme dan putusannya, harua dihormati. Tapk kami meminta Peradi untuk menjalankan memproses Otto Hasibuan," urai Yasser Wahab, salah satu pemerakarasa petisi tersebut.

Ia juga menambahkan, advokat terikat pada kode etik. "Dan kami menilai, Otto Hasibuan tidak patut membawa nama organisasi dalam perkara pribadi. Karena perkara ditangani secara pribadi. Perkara yang ditanganinya secara individu, tidak ada profesi advokat yang dipersoalkan," lanjut Yasser.

Tapi pada kenyataannya, Otto Hasibuan membuat pernyataan 720 anggota Peradi mendukungnya. "Tidak boleh membenturkan, yang membela pihak lawan atau pihak manapun itu, advokat juga. Karena organisasi mana pun tidak memihak pada perkara mana pun," seru Yasser

Yang pasti tegas Yasser, langkah selanjutnya, yang akan mereka tempuh adalah, memdesak Peradi dan desak Dewan Kehormatan, untuk mengambil langkah tegas. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More