Debat Capres- Cawapres Terpisah

Penulis: Nrj/P-2 Pada: Sabtu, 22 Sep 2018, 07:00 WIB Politik dan Hukum
Debat Capres- Cawapres Terpisah

Ilustrasi

KETUA Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman menyebut pihaknya berencana menggelar debat pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sebanyak lima kali. Jumlah tersebut sama dengan Pemilu Presiden 2014. Menurut Arief, belum ada pembahasan detail mengenai mekanisme debat. Dari lima kali debat, bisa saja tiga kali debat khusus untuk debat capres dan dua kali debat cawapres, atau bisa juga keseluruhannya debat pasangan capres-cawapres.

"Ada dua desain (debat), yakni tiga kali debat capres, terus dua kali debat cawapres. Bisa juga lima kali debat semuanya barengan (pasangan capres-cawapres)," ucap Arief di Kantor KPU, Jakarta, kemarin.

Sejauh ini KPU belum menyusun jadwal debat pilpres. Rencananya, debat akan mulai digelar pada 2019. "Mungkin debatnya itu di 2019-lah. Januari satu kali, Februari satu kali, Maret satu kali, begitu misalnya. Kemudian, nanti April kita bikin dua kali gitu," kata Arief.

Namun demikian, ia memastikan debat pilpres akan menggunakan bahasa Indonesia, tidak menggunakan bahasa Inggris seperti yang diusulkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maupun bahasa Arab sebagaimana yang diusulkan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pasalnya, debat pilpres tujuannya untuk disimak orang Indonesia. Untuk itu, harus menggunakan bahasa yang dimengerti seluruh warga negara.

Sebelumnya, politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai usulan debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris melanggar undang-undang dan tidak menghargai bahasa persatuan Indonesia. "Soal penggunaan bahasa di forum resmi harus mengikuti peraturan perundang-undangan," kata Irma.

Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, kata dia, mengatur bahwa dalam forum-foum resmi wajib menggunakan bahasa Indonesia.

Ia mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto yang mengusulkan agar debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris. Irma menegaskan bahwa UU 24/2009 menjadi landasan KPU mengatur format debat, termasuk penggunaan bahasa.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More