Pol PP Sapu Bersih PKL Jalan Nusantara

Penulis: (KG/FD/J-1) Pada: Sabtu, 22 Sep 2018, 06:20 WIB Megapolitan
Pol PP Sapu Bersih PKL Jalan Nusantara

MI/ BARY FATHAHILAH

BIANG kerok kemacetan dan kesemrawutan di Jalan Nusantara, salah satu jalan utama di Kota Depok, satu per satu disapu bersih oleh petugas Satpol Pamong Praja dalam dua pekan ini.

Pedagang kaki lima (PKL) yang kerap menguasai habis trotoar dan bangunan liar, terutama di dekat Pasar Depok Jaya, habis tak tersisa dalam sepekan terakhir setelah Satpol PP menggencarkan operasi pembersihan.

Kepala Satpol Pamong Praja Kota Depok Yayan Arianto mengatakan selama dua pekan terakhir pihaknya telah mero­bohkan 590 lapak PKL yang selama ini merampas trotoar. Tak sedikit para PKL itu menggelar dagangan hingga ke bahu jalan.

“Termasuk bangunan-bangunan ilegal yang berdiri di lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum di dekat Pasar Depok Jaya (PDJ) Jalan Raya Nusantara. Kita gunakan buldozer untuk meratakan bangunan-bangunan itu,” terang Yayan,  Jumat (21/9).
Tidak ada perlawanan dari pedagang saat petugas Satpol PP menertibkan kawasa itu.

Apalagi, para PKL itu sebenarnya banyak yang juga punya kios di dalam pasar. Namun, mereka memilih berjualan kaki lima karena lebih dekat dengan orang yang melintas, lantas kiosnya mereka sewakan ke orang lain.
“Nah, kiosnya mereka sewakan ke orang lain. Jadi, pener­tiban ini bagian dari upaya mengoptimalkan pasar juga,” tegas Yayan.

Untuk mengantisipasi kembali­nya PKL menguasai trotoar, pihaknya akan meningkatkan patroli. Setiap pekan diagendakan penertiban rutin secara acak agar tak terendus PKL.

Sore sudah bebas
Berbeda dengan Depok, PKL di trotoar Jalan Matraman Raya, mulai depan SMPN 14 sampai Pasar Jatinegara, tetap menjadi raja trotoar. Pasalnya, petugas Satpol PP hanya menjaga kawasan itu di pagi hingga siang hari.

PKL pun memanfaatkan kesempatan itu dengan berjualan mulai sore hingga malam hari. Pukul 15.00 WIB, lapak-lapak PKL sudah menguasai separuh lebih badan trotoar, jalur untuk pejalan kaki disabilitas pun ikut diambil.

“Satpol PP patrolinya pagi terus, jadi jam segini sudah bebas,” kata seorang PKL yang ditemui kemarin sore sambil sibuk menata kandang-kandang berisi kucing dagangannya.

Trotoar di depan Puskesmas Kecamatan Jatinegara tak kalah ‘meriahnya’. PKL di sana tanpa rasa khawatir menggelar aneka dagangan barang elektronik, pakaian, tas, sepatu, cincin, dan lain-lain di trotoar. Bahkan di dekat halte bus Trans-Jakarta Kebon Pala, PKL menggelar lapak di bahu jalan, bukan lagi di trotoar. (KG/FD/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More