Vaksinasi MR di Sumsel dan Sumbar Minim

Penulis: (DW/YH/N-1) Pada: Sabtu, 22 Sep 2018, 06:00 WIB Nusantara
Vaksinasi MR di Sumsel dan Sumbar Minim

ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

PELAKSANAAN imunisasi measles rubella (MR) terus berlangsung hingga hari ini. Namun, capaian vaksinasi di Sumatra Selatan dan Sumatra Barat tergolong masih minim.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Letizia mengakui minimnya pencapaian imunisasi di dae­rahnya salah satunya terkendala fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya. “Ada penundaan waktu belum keluarnya fatwa MUI soal imunisasi ini sehingga capaiannya terkendala,” terangnya.

Hingga jelang minggu terakhir pelaksanaan prog-ram ini baru mencapai 28,16% di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Waktu pelaksanaan program MR dijadwalkan dua bulan, yaitu Agustus-September.

Menurut Letizia, program ini menargetkan ca-kupan MR mencapai 400 ribu anak dan hingga sekarang baru terealisasi 113.027 anak atau sekitar 28,16%. Mengenai minimnya capaian serta perpanjangan waktu, Letizia menjawab, pihaknya akan menunggu keputusan Menteri Kesehatan apakah program ini akan dilanjutkan atau diputus.

Namun, dengan minimnya capaian ini, pihaknya berharap ada penambahan waktu. “Harapan kita kalau bisa diperpanjang supaya target pemberian imunisasi MR terpenuhi dan anak-anak di Palembang sehat. Ini kan tujuannya untuk kesehatan,” tandasnya.  
Sementara itu, Dinas Kesehatan Sumatra Barat menargetkan 1,5 juta anak mendapatkan imunisasi MR. Kadinas Sumbar Merry Yuliesday mengatakan target tersebut dicanangkan sejak Agustus lalu, dengan rencana pemberian imunisasi ini hampir menyeluruh dari 19 kabupaten dan kota.

“Saat ini kami masih menunggu surat resmi dari Kemenkes tentang kelanjutan pemberian vaksin MR di Sumbar ini,” ujar Merry, kemarin. Selain itu, Dinkes Sumbar juga masih menunggu surat dari MUI.

Seperti diberitakan sebelumnya, MUI meminta Kemenkes untuk menunda imunisasi MR hingga ada kejelasan kehalalan vaksin yang digunakan. Bahkan, di Sumbar MUI tidak mau terlibat dalam kampanye imunisasi MR sampai persoalan tersebut dianggap jelas. Terhitung 1 September 2018, realisasi pelaksanaan pemberian vaksin MR di Sumbar, baru di level 19,59% dari target yang ditentukan 62,9%.

Untuk diketahui, partisipasi terhadap program imunisasi MR di luar Jawa relatif rendah. Pemprov Aceh, misal, yang sebelumnya menetapkan penundaan pemberian vaksin MR selama satu bulan karena mengandung enzim babi, baru tiga hari lalu memperbolehkan pelaksanaan vaksinasi.(DW/YH/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More