Ketersediaan Bahan Campuran B20 masih Jadi Kendala

Penulis: (Cah/E-1) Pada: Sabtu, 22 Sep 2018, 04:40 WIB Ekonomi
Ketersediaan Bahan Campuran B20 masih Jadi Kendala

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

PERTAMINA mengeluhkan ketersediaan bahan pencampur minyak sawit atau fatty acid methyl ester (FAME) untuk memproduksi diesel jenis B20. Baru separuh tempat pencam-puran solar dengan FAME yang beroperasi sehingga menyebabkan pe-nyaluran B20 belum menyeluruh.

“Seluruh instalasi Pertamina sudah siap blending B20. Namun, penyaluran B20 bergantung pada suplai FAME. Hingga saat ini suplai belum maksimal didapatkan,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/9).
Akibat kekurangan pasokan campuran FAME, kata dia, baru 69 dari 112 terminal BBM yang bisa memproduksi B20.

“Sebagian besar daerah yang belum tersalurkan FAME berada di kawasan timur seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengakui adanya keluhan Pertamina terkait dengan kekurangan FAME untuk campuran B20. Hal itu akan segera ditangani serius supaya kebijakan penggunaan biosolar dengan kadar kelapa sawit 20% berjalan sesuai rencana.

“Aprobi tentunya akan berusaha terus sesuai dengan komitmen kami untuk memenuhi PO yang telah di terima oleh anggota,” kata Paulus.

Total kebutuhan FAME Pertamina untuk dicampurkan ke solar subsidi dan nonsubsidi sekitar 5,8 juta kiloliter (kl) per tahun. Hal itu mengacu pada kebutuhan solar bersubsidi dan nonsubsidi yang mencapai 29 juta kl per tahun.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berusaha menyelesaikan permasalahan pasokan bahan baku pencampur diesel atau FAME guna memproduksi B20.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengakui, untuk menyediakan FAME di seluruh wilayah membutuhkan waktu.

Untuk itu, pihaknya terus ber-koordinasi supaya kendala yang menghambat program mandatori B20 terselesaikan.

“Kita berusaha. Ada kendala teknis, ada kendala distribusi, dan lainnya. Termasuk ada kendala penyimpanan, ini sedang diatasi,” tegasnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, (21/9). (Cah/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More