Neraca Keuangan kian Membaik

Penulis: Nur Aivanni Pada: Sabtu, 22 Sep 2018, 04:20 WIB Ekonomi
Neraca Keuangan kian Membaik

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengatakan posisi keseimbangan primer sampai dengan Agustus 2018 mengalami surplus Rp11,6 triliun atau pertama kali bernilai positif sejak 2013.

Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin, Sri mengatakan posisi keseimbangan primer pada Agustus 2017 tercatat negatif Rp84 triliun atau 0,61% terhadap PDB.

“Perbaikan keseimbangan primer dari tahun lalu ke tahun ini ialah positif Rp95,6 triliun, dari tadinya negatif Rp84 triliun menjadi positif Rp11,6 triliun,” ujar dia.

Keseimbangan primer menggambarkan kemampuan pemerintah dalam menutup belanja di luar biaya bunga utang dengan menggunakan pendapatan negara.

Apabila nilai keseimbangan primer positif, pemerintah dapat membayar bunga utang dengan pendapatan negara. Sementara itu, apabila keseimbangan primer negatif, berlaku hal yang sebaliknya.

Angka keseimbangan primer setiap bulan akan mengalami perkembangan, baik positif maupun negatif. Angka tersebut menjadi pertimbangan pemerintah dalam strategi pembiayaan APBN.

Namun, angka keseimbangan primer yang dirilis pemerintah setiap bulan belum menjadi posisi akhir keseimbangan primer. Target keseimbangan primer pada APBN 2018 ditetapkan defisit Rp87,33 triliun atau negatif 0,59 % terhadap PDB, yang baru bisa diperhitungkan bila tahun anggaran telah berakhir.

Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa rasio defisit APBN sampai dengan Agustus 2018 sebesar 1,02% dari PDB atau Rp150,7 triliun. Angka itu merupakan yang terendah sejak 2013. Pada Agustus 2017, rasio defisit APBN sampai Agustus 2017 ialah 1,65% dari PDB atau Rp224,9 triliun.

“Itu artinya perbaikan atau penurunan defisit secara nominal hampir pada angka Rp74 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Menurut ekonom Indef Berly Martawardaya, meski hanya bersifat temporer, upaya pemerintah menurunkan defisit keseimbangan primer yang konsisten dari 2015 hingga sekarang patut diapresiasi.

“Selanjutnya pemerintah perlu menjaga disiplin dan jeli dalam mengawal APBN, khususnya penerimaan negara sehingga di 2020 bisa dicapai target surplus primary balance,” ujarnya,  Jumat (21/9).

Di tempat terpisah, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan relatif stabil dan cenderung menguat setelah sempat mengalami tekanan akibat gejolak ekonomi global. Ada sejumlah faktor pendukung stabil dan menguatnya rupiah, imbuhnya, antara lain meredanya risiko di pasar keuangan global terutama terkait ketegangan perang dagang antara AS dan Tiongkok maupun di pasar keuangan. Selain itu, kian banyak ­eksportir dan pemilik valuta asing (valas) yang menjual valas ke pasar sehingga menambah suplai dolar domestik.

Perry pun mengapresiasi para pengusaha dan eksportir tersebut. Langkah nyata menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, misalnya, dilakukan Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur. Dalam dua hari terakhir mereka melepas US$50 juta di luar yang reguler. Upaya spontan itu mendapat apresiasi Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. “Ini gerakan positif, menginspirasi, dan memotivasi bagi daerah lain,” ujarnya. (E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More