BPOM Sita Obat Ilegal Senilai Rp15,7 Miliar

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 21 Sep 2018, 13:16 WIB Humaniora
BPOM Sita Obat Ilegal Senilai Rp15,7 Miliar

MIcom/Ricky Julian

TIM Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penggerebekan obat ilegal ditemukan di gudang berupa rumah tempat tinggal di daerah Cilincing, Jakarta Timur.

Sebanyak 330 item (1.679.268 pieces) obat tradisional (OT) ilegal dan diduga mengandung bahan kimia dengan nilai keekonomian diperkirakan mencapai lebih dari Rp15,7 miliar rupiah disita.

Petugas PPNS menyita seluruh bukti dari antara lain berupa jamu obat kuat laki-laki dengan merek Urat Madu, Tanduk Rusa, Spider, Cobra-X, dan Chang Sang, jamu pegel linu dengan merek Wantong Pegal Linu, Tawon Sakti, dan Tawon Liar, jamu asam urat dengan merek Assalam, Kapsul Asam Urat, dan Jaya Asli Anrat; serta jamu pelangsing dengan merek Lasmi dan Arma.

“Petugas PPNS BPOM telah memeriksa delapan orang saksi yang berada di lokasi. Kami akan menindaklanjuti temuan ini melalui proses pro-justitia guna mengungkap aktor intelektual. Seperti kami selalu sampaikan, kami terus bergerak memberantas peredaran produk ilegal di masyarakat," kata Kepala BPOM Penny K Lukito, di lokasi gudang, Jumat (21/9).

Kegiatan ilegal tersebut, lanjutnya, melanggar Pasal 196 dan 197 Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah. Juga Pasal 62 Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 2 miliar rupiah.

Terkait maraknya peredaran OT ilegal, Penny kembali meminta kepada seluruh pelaku usaha untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Masyarakat juga diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih OT yang akan digunakan. Jangan membeli atau memilih produk OT yang tidak memiliki izin edar," pungkas Penny. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More