Sepekan Ditetapkan KLB, Penderita Campak di Kabupaten Kapuas 50 Orang.

Penulis: Surya Sriyanti Pada: Jumat, 21 Sep 2018, 13:00 WIB Nusantara
Sepekan Ditetapkan KLB, Penderita Campak di Kabupaten Kapuas 50 Orang.

ANTARA/IRWANSYAH PUTRA

SEPEKAN pascaditetapkannya Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai wilayah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak pada 10 September 2018 lalu, jumlah penderitanya malah meningkat.

Berdasarkan data yang dikeluarkan. Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng jumlah penderita campak sudah mencapai 50 orang.

"Tadi malam, Kamis (20/9), kita kembali mendapatkan 5 kasus baru penderita campak di Kabupaten Kapuas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Yayu Indriaty, Jumat (21/9).

Dengan demikian, kata Yayu, pasca ditetapkannya Kabupaten Kapuas sebagai KLB campak klinis pada 10 September lalu, jumlahnya sudah mencapai 50 penderita.

Terbanyak pasien yang terpapar adalah anak-anak, sementara yang dewasa hanya ada dua perempuan yakni seorang perempuan hamil dan satu orang perempuan usia 18 tahun.

"Padahal bila dirunut kasus campak di Kapuas periode Januari-Agustus 2018 jumlahnya hanya 18 orang," kata dia.

Dijelaskanya, saat ini, jumlah persentase imunisasi dasar lengkap di Kalteng baru mencapai 85% dan ini adalah tugas Dinas Kesehatan untuk meningkatkan jumlahnya.

Diakuinya, memang pada beberapa kasus virus campak ini apabila ia kontak dengan orang yang tidak pernah mendapatkan imunisasi, atau pernah mendapatkan imunisasi tapi sudah lama daya tahan tubuhnya kurang dia punya potensi tertular lebih cepat

Ke depannya, upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kalteng agar program ini berjalan sesuai target ialah kembali masuk ke sekolah yang belum melaksanakan imunasi.

"Kita juga mengaktifkan posyandu secara maksimal," pungkas dia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More