Target Suara di Jatim 65%-70%

Penulis: Faishol Taselan Pada: Jumat, 21 Sep 2018, 07:50 WIB Politik dan Hukum
Target Suara di Jatim 65%-70%

MI/RAMDANI
TKN SIAP LAWAN KAMPANYE HITAM: (Dari kiri) Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, Ketua Badan Advokasi Hukum DPP Partai NasDem Taufi k Basari, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto , Politikus PKB Maman Imanul Haq, dan Sekjen Partai Hanura Harry Lontung, yang tergabun

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin telah terbentuk di Jawa Timur. Mantan Kapolda Jatim Irjen (Purn) Machfud Arifin ditunjuk menjadi ketua.

Pengumuman Machfud sebagai ketua tim sukses digelar di Kantor DPD PDIP Jatim, kemarin. Hadir pula sembilan perwakilan partai pendukung Jokowi-Ma'ruf, dari PDIP, Golkar, PKB, NasDem, Hanura, PPP, Perindo, PKPI, hingga PSI.

"Saya bersyukur bisa dilibatkan dalam tim kampanye ini karena ini amanah yang cukup berat. Saya siap berjuang, targetnya memenangkan Pak Jokowi Ma'ruf di Jawa Timur," ujar Machfud.

Sebelumnya, Machfud mengaku sempat dipinang tim sukses Prabowo Subianto. Namun, dengan mantap dia mengaku lebih memilih menjadi timses Jokowi.

"Ya, saya senang Pak Jokowi aja. Enggak pakai renungan dulu, ndak usah direnungkan, saya sudah tahu kerjanya nyata kok," kata Machfud

Machfud pun optimistis tim yang dipimpinnya ini mampu menghimpun banyak dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Bahkan, Machfud memiliki target suara sebanyak 65%-75%.

Dari hasil evaluasi, Machfud menambahkan hal-hal yang kurang akan dibenahi dan begitu pula sebaliknya.

"Kita berharap semua kalangan harus kita kerjakan, kita garap, terutama kita evaluasi di 2014 mana yang kurang kita benahi, mana yang sudah bagus di 2014 ya kita tinggal tingkatkan."

Dalam mencapai target 65%-75% di Jatim, Machfud mengaku telah bekerja sama dengan seluruh komponen. Pada susunan tim kampanye yang dia pimpin, Machfud mengaku ada berbagai kalangan yang bergabung, dari tokoh agama, tokoh politik, hingga anak-anak muda yang paham generasi milenial.

Dalam tim sukses Jokowi-Ma'ruf di Jatim juga terdapat nama Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan wakilnya, Emil Elestianto Dardak. Ada pula nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang masuk ke koordinator wilayah Jawa Timur.

Saaat ditanya apakah Gubernur Jatim Soekarwo masuk ke tim, Machfud mengatakan Pakde Karwo tidak masuk lantaran masih menjabat. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf juga belum masuk. "Kalau Gus Ipul sementara belum. Pakde Karwo sementara masih menjabat gubernur dan tidak boleh."

Dedi Mulyadi

Di Jawa Barat, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi yang juga mantan Bupati Purwakarta menjadi Ketua Tim Kampanye Daerah Jabar. Dedi ditugasi untuk menjaring suara pemilih di Provinsi Jawa Barat yang tergolong multikultural.

Mandat tersebut ditandatangani Erick Thohir selaku Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja. Sekretaris TKN Koalisi Indonesia Kerja Hasto Kristiyanto juga turut menandatangani.

Dia mengatakan pola tersebut berupa pergerakan kultural di setiap simpul, dan kontestasi Pilgub 2018 lalu menjadi referensi mendasar bagi Dedi untuk menjalin komunikasi antarlini konstituen.

"Orang Jawa Barat memiliki kekhasan tersendiri, di setiap simpul tentu berbeda. Ada kultur Priangan, panturaan, cirebonan, dan Sunda Betawi,'' kata Dedi Mulyadi.

Secara teknis, Dedi mengimbau seluruh jajaran tim dan simpatisan untuk menjalankan pola kampanye beradab, yakni dengan cara tidak menjelekan pihak kompetitor dalam hal ini pasangan Prabowo-Sandiaga. Ia juga melarang personalia me-lontarkan pernyataan yang kontraproduktif terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. (EM/BN/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More