Film Aruna & Lidahnya Hadirkan 21 Macam Makanan Khas Nusantara

Penulis: Purba Wirastama Pada: Jumat, 21 Sep 2018, 09:15 WIB Hiburan
Film Aruna & Lidahnya Hadirkan 21 Macam Makanan Khas Nusantara

Edwin -- Medcom/Purba

KISAH utama film Aruna & Lidahnya adalah drama pertemanan dan percintaan antara Aruna dengan ketiga kawannya sepanjang perjalanan Surabaya hingga Pontianak. Namun, film itu punya sajian lain yang tidak kalah menarik dan menyatu dengan cerita, yaitu beragam santapan kuliner penggugah selera makan.

Menurut sutradara Edwin, total ada 21 macam makanan yang ditampilkan di film.

Ragam makanan itu disantap keempat tokoh selama perjalanan lima kota, antara lain sop buntut, rawon Surabaya, soto Lamongan, kacang kowa, rujak soto, choi pan, pangkang, bakmi kepiting Pontianak, serta kue seperti madumongso.

Makanan dipilih atas berbagai pertimbangan selama riset dan praproduksi, dengan referensi utama dari novel aslinya karya Laksmi Pamuntjak.

"(Kami memilih) dari buku dan dari pengalaman saya setelah riset," kata Edwin, Kamis (20/9).

"Misalnya saat ke Pontianak, lihat bukunya ada apa saja. Sambil riset itu, kami juga berkeliling makan. Contohnya ya di Madura, kalau di buku ada sate lalat dan bebek sinjay, tetapi waktu jalan, kok ada sesuatu yang spesifik banget, seperti campor lorjuk ini. Jadi itu kami masukkan,"

Campor lorjuk dari Pamekasan, Madura, tidak diceritakan di novel, tetapi dipilih karena alasan kekhasan. Jika bicara Pamekasan, bebek sinjay mungkin memang lebih populer. Namun, Edwin menemukan bahwa lorjuk lebih otentik.

"Kami juga mencari yang lain sampai pada akhirnya, ketemu lorjuk di Pamekasan. Karena harus memilih, kami harus pilih sesuatu yang lebih baru dan bahkan enggak ada di buku," ujar Edwin.

"Ini makanan yang sangat khas dengan Pamekasan, hanya ada di pesisir Kota Pamekasan karena kerang bambu lorjuk ditangkap di situ. Selain area itu, enggak ada lagi. Ini sesuatu yang menarik untuk diselipkan, betapa macam-macam bentuk makanan kita," jelasnya.

Aruna & Lidahnya dibintangi Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Hannah Al Rashid, dan Oka Antara. Edwin menjadi sutradara dengan naskah adaptasi tulisn Titien Wattimena. Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia menjadi produser dalam bendera Palari Films, bekerja sama dengan Go-Studio, CJ Entertainment, BASE Entertainment, dan Ideosource.

Kisahnya mengikuti perjalanan Aruna melakukan investigasi kasus flu burung di sejumlah kota Indonesia, sembari menyantap makanan lokal bersama Bono dan Nad. Tidak disangka, Aruna berjumpa dengan seseorang dari masa lalunya, Farish. Sembari menikmati masakan nusantara, mereka terlibat pembicaraan yang mengungkap rahasia terpendam. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More