Pemprov DKI Kukuh Abaikan Rekomendasi KASN

Penulis: (Nic/J-1) Pada: Jumat, 21 Sep 2018, 07:15 WIB Megapolitan
Pemprov DKI Kukuh Abaikan Rekomendasi KASN

MI Grafik Terbit

SEKRETARIS Daerah DKI Jakarta Saefullah menyebut tidak semua rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dapat dijalankan Pemprov DKI Jakarta, termasuk rekomendasi pengaktifan kembali mantan pejabat yang telah diberhentikan sebelum usia pensiun.

"Sudah berkomunikasi dengan KASN. Artinya, sudah ada yang kita kerjakan. Ada yang mungkin enggak bisa dikerjakan juga gitu loh," kata Saefullah di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Hal itu disampaikannya menanggapi langkah KASN yang melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Presiden Joko Widodo lantaran mengabaikan rekomendasi KASN.

Berdasarkan penyelidikan atas pencopotan 16 pejabat DKI pada 5 Juli lalu yang dilakukan Anies, KASN menemukan adanya pelanggaran prosedur dalam pencopotan itu.

KASN pun merekomendasikan Anies untuk mengangkat kembali delapan pejabat eselon II yang dicopotnya itu lantaran tidak adanya alasan kuat untuk mencopot mereka.

Salah satunya ialah usia mereka yang belum genap 60 tahun. Peraturan Pemerintah No 53/2010 tentang Pegawai Negeri Sipil mengamanatkan pejabat eselon II baru dipensiunkan begitu menginjak usia 60 tahun.

Namun, menurut Saefullah, tidak semua pejabat menolak keputusan pemberhentian tersebut. Setidaknya, ada enam orang yang bersedia meneken surat pensiun mereka. Rata-rata pejabat yang dipensiunkan itu berusia 59 tahun.

Salah satu pejabat yang telah menandatangani surat pensiun itu ialah mantan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi.

Saefullah juga mengatakan pihaknya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memanggil mantan pejabat yang enggan dipensiunkan tersebut.

"Ada beberapa orang yang dipanggil, enggak mau datang. Dipanggil gubernur, enggak datang. Dipanggil saya, juga enggak datang," ucap Saefullah.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambahkan, dirinya masih berdialog dengan KASN untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Ya, kita berkomunikasi terus dengan KASN dan semua item-item itu sedang kita bicarakan juga. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi kita akan bisa tuntas semuanya," ujar Anies.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More