Resmi, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga Jadi Peserta Pilpres 2019

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 18:25 WIB Politik dan Hukum
Resmi, Jokowi-Ma

MI/MOHAMAD IRFAN

KOMISI Pemilihan Umum telah resmi menetapkan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden telah memenuhi syarat sebagai peserta Pemilihan Umum Presiden 2019. Pengumuman dilakukan pada Kamis (20/9) pukul 17.00 WIB.

"Hasil rapat pleno KPU RI menetapkan bahwa dua pasangan calon yang telah mendaftar yaitu Ir H Joko Widodo dan Prof Dr (HC) KH Ma'ruf Amin serta H Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019. Penetapan dituangkan dalam keputusan KPU RI Nomor 1131/PL 02.2-Kpt/06/IX/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon peserta Pemilu," ujar Ketua KPU RI, Arief Budiman, di Gedung KPU Lantai 2, Jakarta Pusat, Kamis.

Selain itu, Arief juga mengatakan KPU RI telah menetapkan DCT (Daftar Calon Tetap) anggota DPR RI.

"KPU RI juga menetapkan DCT (Daftar Calon Tetap) Anggota DPR sebanyak 7968 calon dalam putusan Nomor 1129/PL 01.4-Ktp/06/IX/2018. Untuk penetapan DPRD ditetapkan oleh KPU daerah masing-masing," kata Arief.

Kemudian KPU juga menetapkan 807 orang atau caleg DPD yang tersebar di 34 daerah pemilihan.

"Sedangkan untuk DCT Anggota DPD ditetapkan sebanyak 807 calon di 34 daerah seperti yang dituangkan dalam Keputusan KPU RI Nomor 1130/PL. 01.4-Kpt/06/KPU/IX/2018," imbuh Arief.

Setelah ditetapkan calon presiden dan wakil presiden, Jumat (21/9) besok akan dilakukan pengambilan urut nomor calon di KPU RI pukul 20.00 WIB. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More