Terobosan Tekno: Inovasi Pengeras Suara di Kulit Manusia

Penulis: Despian Nurhidayat Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 18:10 WIB Weekend
Terobosan Tekno: Inovasi Pengeras Suara di Kulit Manusia

AFP
Ilustrasi penanaman teknologi chip di kulit manusia.

TEKNOLOGI semakin canggih di era millenial ini, baru-baru ini satu tim peneliti internasional yang beafiliasi dengan Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST) membuat teknologi yang dapat mengubah kulit menjadi pengeras suara. Terobosan ini dimotori oleh Profesor Hyunhyub Ko dari Jurusan Teknik Energi dan Kimia di UNIST.

Seperti dilansir laman Sciencedaily, Selasa (18/9), teknologi ini diciptakan untuk membantu gangguan pada gangguan berbicara dan pendengaran. Teknologi ini bisa dieksplorasi kedepannya untuk berbagai aplikasi yang berpotensial, seperti sensor Internet of Things 9IoT) yang dipakai dalam perangkat perawatan kesehatan. Wujudnya super tipis karena menggunakan teknologi nanomembran hibtrathin, transparan, dan konduktif hibrida dengan ketebalan nano, yang terdiri dari susunan nanowire perak orthogonal yang tertanam dalam matriks polimer.

Tim peneliti ini mendemonstrasikan teknologi nanomembran dengan membuatnya menjadi sebuah pengeras suara yang dapat menempel pada hampir semua benda. Para peneliti juga memperkenalkan perangkat serupa yang bisa bertindak sebagai media mikrofon yang nantinya terhubung langsung ke smartphone dan komputer untuk membuka kunci sistem keamanan yang diaktifkan melalui suara.

Nanomembrane atau disingkat NMs merupakan lapisan pemisahan tipis secara molekuler dengan ketebalan nano. Sebenarnya polimer NMs ini sudah menarik perhatian karena keunggulannya yang sangat luar biasa, seperti fleksibilitas yang ekstrim, berat yang ultralight, dan kelengketan yang sangat baik karena dapat menempel langsung kepada hampir semua permukaan.

Sayangnya, nanomembran ini sangat mudah robek dan tidak menunjukkan konduksivitas listrik. Namun hal ini dipastikan tidak menjadi sebuah permasalahan dikarenakan tim peneliti sudah menanamkan jaringan nanowire perak dalam nanomembran yang berbasis polimer. Hal ini yang menyebabkan kemungkinan pada demonstrasi loudspeaker dan mikrofon yang bisa diletakan pada kulit.

Saewon Kang, salah satu peneliti, menerangkan bahwa lapisan ini mampu mendeteksi suara dan getaran vokal yang dihasilkan oleh sinyal tegangan triboelektrik yang sesuai dengan suara. Dengan penggunaan NMs hibrida, tim peneliti membuat pengeras suara nanomembran dan mikrofon yang dapat diletakan pada kulit manusia dan tidak akan terlihat menonjol karena transparansi yang sangat baik. Speaker dan mikrofon yang dapat dikenakan ini adalah kertas yang sangat tipis, namun mampu menghasilkan sinyal suara. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More