General Elektrik Tetarik Pelajari Penggunaan B20 pada Lokomotif

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 14:56 WIB Ekonomi
General Elektrik Tetarik Pelajari Penggunaan B20 pada Lokomotif

AFP

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selesai melakukan uji coba penggunaan B20 (bahan bakar biodiesel yang 20% menggunakan minyak kelapa sawit bercampur solar) pada lokomotif kereta api dengan hasil memuaskan. Hal itu membuat perusahaan raksasa internasional General Electric (GE), kepincut dan akan melakukan kajian lanjutan.

"Sejak digunakan B20 oleh lokomotif kereta api pada 1-17 September konsumsi biosolar mencapai 11.810 Kilo liter (KL). Artinya konsumsi fame-nya sebesar 2.362 KL," terang Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perekonomian Sumber Daya Alam Dadan Kusdiana di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (20/9)

Menurut dia, uji coba penggunaan B20 untuk bahan bakar kereta api yang dilakukan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT KAI, tak menemukan kendala berarti pada kereta api. Hasilnya tidak ditemukan dampak negatif, hanya konsekuensinya membutuhkan bahan bakar 1%-2% lebih banyak.

Temuan tersebut, lanjut dia, membuat GE melalui salah satu divisi usaha mereka GE Transportation berencana membuat kajian lanjutan di kantor pusatnya di Amerika Serikat. "Part (bagian) dari mesin lokomotif yang dicopot itu juga diuji di kantor pusat mereka. Bukannya gak percaya. Cuma biar bisa lebih detail dengan metode lain untuk bisa lihat apakah part-nya itu betul tidak ada masalah khusus, verifikasi. Supaya fair, harus tahu kita lakukan dengan cara yang disepakati," terangnya.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian ESDM mewajibkan perluasan penggunaan B20 untuk sejumlah kendaraan dan juga pembangkit. Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor migas, hal itu juga untuk mendongkrak pertumbuhan industri kelapa sawit. (E-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More