Pengagum Ma’ruf Gaet Kaum Muda

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 08:35 WIB Politik dan Hukum
Pengagum Ma’ruf Gaet Kaum Muda

MI/RAMDANI
KOMUNITAS MUDA AMIN INDONESIA: Presiden Komunitas Muda Amin Indonesia (KMA Indonesia) Debora Debby Wage (kiri) dan Dewan Penasihat KMA Indonesia yang merupakan Putri bungsu bakal cawapres KH Ma’ruf Amin, Siti Haniatunnisa (kanan), saat membacakan deklarasi

SEJUMLAH anak muda mendeklarasikan diri mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Mereka tergabung dalam kelompok relawan Komunitas Muda Amin (KMA) Indonesia. Presiden KMA Indonesia Debora Debby Wage menyebut komunitas itu mengagumi sosok Ma'ruf Amin.

"Abah (Ma'ruf Amin) adalah seorang yang sangat plural dan memperjuangkan Pancasila," kata Debora di Posko Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Debora menuturkan Ma'ruf memiliki pemikiran besar terhadap ekonomi kerakyatan. Pemikiran-pemikiran Ma'ruf tersebut dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. "Saat ini kita harus berjuang di ranah ekonomi. Inilah pokok gagasan dari Kiai Ma'ruf," ungkapnya.

Ada lima butir dalam deklarasi KMA Indonesia. Pertama, menjadikan Indonesia yang menjadi rumah bersama tanpa sekat suku, agama, dan ras.

Kedua, terlibat dalam kampanye yang toleran, mengutamakan kebinekaan dan persatuan. Ketiga, aktif mendeteksi dan menangkal kabar bohong dan adu domba selama kampanye, kabar bohong dan adu domba yang disebar oleh mereka yang tidak ingin Indonesia bahagia, sejahtera, dan damai.

Keempat, memelopori kampanye kreatif, bahagia, dan gembira. Terakhir, melanjutkan perjalanan menuju Indonesia maju, sejahtera, dan bahagia bersama Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sebagai kelompok relawan, lanjut Debora, KMA Indonesia akan mengajak generasi muda lebih melek politik. Ia menilai anak muda sekarang ini kadung asyik dengan dunia gawai mereka sendiri. "Begitu derasnya informasi dari gawai membuat kita jadi generasi yang tidak peka dan juga generasi sangat individualistis. Jadi kita ingin bergerak di ranah-ranah kreativitas dan budaya," ujarnya.

Debora mengatakan anggota KMA Indonesia berasal dari lintas provinsi, suku, dan agama serta berbagai anggota organisasi kemahasiswaan seperti HMI, PMKRI, GMKI, PMII, IPNU, IMM, dan IPM. Hadir dalam deklarasi itu anak bungsu Ma'ruf Amin, Siti Haniatunnisa, politikus PDI Perjuangan Budiman Sujatmiko, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono.

Perilaku milenial

Lembaga Ipsos mengumumkan hasil jajak pendapat yang dilakukan untuk memahami kesiapan generasi milenial di Indonesia berpartisipasi dalam Pemilu Presiden 2019. Sebanyak 96% dari responden menyatakan akan memilih dalam pesta demokrasi tahun depan.

"Sebanyak 92% dari pemilih pemula mengatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk memilih. Hanya 5% dari pemilih pemula belum memutuskan akan memilih," kata Suresh Ramalingam, CEO Ipsos Asia Tenggara, dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, kemarin.

Tidak hanya itu, 96% kaum milenial mengatakan mereka akan memilih dan hanya 2% yang tidak akan memilih. Sebanyak 97% dari pemilih yang berusia lebih tua mengatakan mereka akan memilih, hanya 3% yang memutuskan tidak memilih.

Jajak pendapat itu dilakukan pada 13-26 Agustus 2018 setelah kandidat presiden dan wakil presiden diumumkan. Jajak pendapat melibatkan 1.000 responden dari lima kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar.

"Tentu saja ini temuan yang menarik dan membuka wawasan, mengetahui bahwa kaum milenial memahami hak mereka untuk memilih serta keputusan mereka untuk turut memilih," ungkap Suresh.

Ketika ditanya apakah mereka telah memutuskan akan memilih kandidat tertentu, sebanyak 74% responden mengaku sudah punya pilihan dan sebanyak 26% lainnnya masih berpotensi sebagai swing voters. (Gnr/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More